oleh

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LH Berikan Penghargaan bagi Perintis, Sekolah, dan KUA Peduli Lingkungan

-Berita-56 Dilihat

KUNINGAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan apresiasi kepada warga perintis lingkungan, sekolah peduli lingkungan, dan KUA yang berkontribusi dalam menyediakan bibit pohon. Penghargaan ini diberikan pada Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diadakan di halaman kantor setempat, Rabu (5/6/2024).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekda Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Laksono Dwi Putranto, M.Si. Penghargaan diberikan antara lain kepada H. Awan dari Desa Cibuntu sebagai perintis lingkungan, SMPN 1 Cimahi, SMP IT Al-Multazam, MAN 1 Kuningan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2023, serta SDN Cilayung, SDN Cipetir, dan SMPN 1 Cibingbin sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2023. Usai itu dilanjutkan penanaman pohon.

Penghargaan juga diberikan kepada KUA yang aktif dalam program pepeling (Pengantin Peduli Lingkungan) Tahun 2023, dengan kontribusi bibit pohon, yaitu  KUA Kecamatan Jalaksana 1.596 batang pohon, Kecamatan Kalimanggis  1.140 pohon, Kecamatan Ciawigebang: 1.075 pohon, Kecamatan Cilimus: 1.064 pohon, dan  Kecamatan Kuningan: 989 pohon

Sekda Dian Rachmat Yanuar menjelaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momen penting untuk introspeksi dan menyadari pentingnya menjaga dan melestarikan alam. Ia juga menyampaikan kebanggaan atas prestasi Kabupaten Kuningan dalam bidang lingkungan hidup, dengan indeks lingkungan hidup Kuningan yang terbaik di Jawa Barat, mencapai skor 7,1 poin.

Prestasi ini, menurut Dian, merupakan hasil dari dukungan dan kolaborasi seluruh stakeholder, termasuk perangkat daerah, camat, kepala desa, masyarakat, dan komunitas pegiat lingkungan. Ia juga mengatakan  kualitas udara di Kuningan yang terbaik di Jawa Barat, namun masih ada tantangan terkait lahan dan kualitas air yang perlu diperhatikan.

Untuk mengatasi masalah kualitas air, pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan komunitas lingkungan akan terus melakukan gerakan terpadu dan berkelanjutan untuk membersihkan aliran sungai di Kuningan. Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Lingkungan alam bukanlah warisan, tetapi merupakan titipan yang harus kita jaga dan serahkan kembali kepada anak cucu kita. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini seharusnya menjadi inspirasi agar lebih peduli dan berkomitmen dalam melestarikan lingkungan,” ungkapnya.

Pada upacara tersebut, Sekda Dian juga menyampaikan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc. Tema dari UNEP untuk Hari Lingkungan Hidup Tahun 2024 difokuskan pada kegiatan pemulihan lahan, pengendalian desertifikasi, dan ketahanan terhadap kekeringan.

“Presidensi G20 telah menghasilkan adopsi Global Land Restoration Initiative yang sangat penting mengingat bahwa dunia menghadapi triple planetary crisis yang semakin intens yakni : krisis perubahan iklim, krisis kerusakan alam dan kehilangan biodiversitas, serta krisis polusi dan limbah,” ungkapnya dihadapan para kepala Perangkat Daerah, dan penggiat lingkungan.

Selain itu, pemulihan lingkungan merupakan kunci dalam membalikkan arus degradasi lahan, dan dapat sekaligus   meningkatkan   mata  pencaharian, mengurangi kemiskinan, dan membangun ketahanan terhadap  cuaca   ekstrem.  Pemulihan  juga meningkatkan   penyimpanan   karbon   dan memperlambat  proses ataupun dampak akibat perubahan iklim.

“Pemulihan dari degradasi lahan sangat penting. Lahan menjadi ruang hidup manusia, menyediakan makanan, pakaian, dan tempat perlindungan. Lahan mendukung perekonomian, kehidupan, dan mata pencaharian. Untuk ini perlu ditingkatkan ambisi dan investasi dalam         upaya pemulihan lingkungan, memberikan momen “terobosan besar” bagi perbaikan lahan, sebagai upaya untuk mengatasi kekeringan,” jelasnya. (IKP/DISKOMINFO).