oleh

Bakesbangpol Kota Malang Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme

-Berita-118 Dilihat

Klojen (malangkota.go.id) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang menggelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Kewaspadaan Nasional di Kota Malang di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Selasa (18/4/2023).

Wali Kota Malang Sutiaji saat menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Radikalisme Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Kewaspadaan Nasional di Kota Malang di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Selasa (18/4/2023).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Budi Hermanto, SIK, M.Si, Dandim 0833 Malang Kota Letkol Kav. Heru Wibowo Sofa, serta Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme Mabes Polri Islah Bahrawi hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi yang diikuti peserta yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat tersebut.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan bahwa kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak lepas dari jasa para Pahlawan yang telah merebut dan mempersembahkan kemerdekaan seprti yang dirasakan saat ini. Sekarang tinggal tugas kita bersama untuk mengisi kemerdekaan dengan hal positif demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan sesuai dengan sila kelima Pancasila.

“Terima kasih atas peran bapak ibu semua yang terus berperan aktif menjadikan Kota Malang kondusif seperti saat ini. Kota Malang yang kondusif harus terus kita jaga,” tegas orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu, Selasa (18/4/2023).

Untuk mencegah tindak radikalisme dan terorisme serta pihak-pihak yang ingin menciptakan rasa tidak aman, menurutnya yang sangat diperlukan adalah sinergi dari berbagai pihak dan peran serta semua kalangan.
“Isunya pasti satu, jika sila kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum tercapai, maka yang disalahkan adalah pemerintah,” jelas pria berkacamata tersebut.

Wali Kota Malang pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya Kota Malang tetap kondusif. “Situasi kondusif di Kota Malang ini tercipta tak lepas dari peran semua pihak. Negara hadir sebagaimana diharapkan oleh rakyat,” kata Sutiaji.

Untuk itulah disebutkannya kewaspadaan sangat perlu ditingkatkan mengingat Kota Malang sebagai miniatur Indonesia, dengan keberagaman suku, bahasa dan agama maka dipandang sangat perlu untuk melakukan pencegahan sejak dini agar tindak radikalisme dan juga terorisme tidak terjadi di Kota Pendidikan ini.

Sementara itu Kepala Bakesbangpol Kota Malang Dra. Rinawati, MM mengatakan sosialisasi ini adalah tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur dan Forkopimda se-Jatim sebagai bagian dari usaha menjaga stabilitas keamanan di Jawa Timur termasuk juga di Kota Malang.

“Hasil rakor bersama Gubernur Jatim pada 11 April lalu, salah satunya adalah perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap paham radikalisme,” ungkap Rinawati.

Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah terkait meningkatnya konflik perguruan silat, angka kriminalitas, keamanan ketertiban masyarakat dan peredaran narkoba di Jawa Timur. Selanjutnya adalah langkah pencegahan radikalisme yang harus dilakukan oleh daerah se-Jawa Timur terutama wilayah yang terindikasi berkembangnya radikalisme.

Untuk itu dituturkannya ada berbagai langkah untuk menjaga kondisivitas. “Yang pertama pada masyarakat, terkait intoleransi dan pemberian wawasan kebangsaan, kedua peningkatan kewaspadaan terhadap tokoh-tokoh yang mempunyai kecenderungan memecah belah dan memunculkan paham paham radikalisme, dan yang ketiga adalah pencegahan kelompok teror yang menyebabkan radikalisme di lingkungan Pendidikan,” tutupnya. (cah/yon)