oleh

Wali Kota Sutiaji, Wartawan Jangan Hanya Bisa Menulis Berita

-Berita-40 Dilihat

Malang (malangkota.go.id) – Pada 18 September nanti, PWI Malang Raya akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di kampus IKIP Budi Utomo Kota Malang. Menjelang pelaksanaan UKW tersebut panitia dan pengurus PWI Malang Raya melakukan audensi dengan sejumlah pihak, termasuk di antaranya Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji pada Selasa (31/8/2021).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat menyampaika apresiasi dan dukungannya terkait akan digelarnya UKW oleh PWI Malang Raya

Rombongan diterima oleh orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut dan didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, ST., MM di ruang rapat Wali Kota Balai Kota Malang. Pada dasarnya Wali Kota Sutiaji sangat mengapresiasi pelaksanaan UKW tersebut dan akan mendukung sepenuhnya.

“Kompetensi pewarta atau wartawan sangat dibutuhkan sehingg bobot pemberitaan yang disuguhkan kepada masyarakat akan lebih berkualitas. UKW sangat penting agar para wartawan lebih profesional dalam bekerja dan dapat menyajikan informasi yang berimbang,” ujar Sutiaji.

Ditambahkannya, bahwa dalam menjalankan program kerjanya, yang tertuang dalam pentahelix, media masuk di dalamnya dan menjadi unsur penting. “Di era keterbukaan seperti saat ini kinerja pejabat publik harus tersampaikan kepada masyarakat dan di sinilah peran media dan wartawan,” urai pria yang juga pernah menjadi wartawan itu.

“Berita merupakan barang berharga, dan akan menjadi sesuatu berbahaya jika dalam penyajiannya mengabaikan kode etik jurnalistik (KEJ). Maka dari itu, wartawan jangan hanya bisa menulis berita dalam waktu singkat tetapi keakuratan datanya diragukan,” tegas Sutiaji.

Lebih jauh dia mengatakan, organisasi profesi kewartawanan, jika dalam hal ini PWI Malang Raya khususnya, mempunyai tanggung jawab besar, terkait etika dan tata cara wartawan dalam menyuguhkan berita. “Kehadiran dan peran media hendaknya menyejukkan dan memberi solusi terhadap suatu permasalahan dan jangan malah sebaliknya,” imbau pria berkacamata itu.

Menurutnya, kata kuncinya adalah bagaimana dalam rangkaian UKW itu ada penguatan sumber daya manusia. Media hadir untuk memberi kecerahan dan bukan kekacauan. “Oleh sebab itu, adanya ujian dan penjajakan dari wartawan muda, madya dan utama juga menjadi tolok ukur kompetensi tiap wartawan,” ungkapnya.

Berbagai hal yang disampaikan Wali Kota Sutiaji itu diamini oleh peserta audensi. Seperti yang disampaikan oleh ketua panitia UKW PWI Malang Raya, Sunavif Raindrata yang mengatakan jika UKW ini merupakan salah satu upaya agar wartawan di Malang Raya dan tergabung di PWI lebih kompeten lagi nantinya.

“Kebetulan Pak Wali juga mantan wartawan, jadi juga paham dunia jurnalistik. Sehingga berbagai saran dan kritiknya menjadi masukan yang sangat berarti bagi kami. Kami berharap tidak ada wartawan anggota PWI Malang Raya nantinya saat menjalankan profesinya tidak keluar dari KEJ. Sehingga berita-berita yang disuguhkan ke masyarakat bisa bermanfaat,” pungkasnya. (say/ram)

Kabar Terbaru