oleh

Wali Kota Sutiaji Sambut Hangat Table Top Guyub Rukun PHRI DIY

-Berita-147 Dilihat

Malang, (malangkota.go.id) – Kegiatan Table Top PHRI Guyub Rukun Sesarengan, Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istiwewa Yogyakarta (DIY) mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kota Malang. Secara khusus Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji hadir dan memberikan kesan pesannya dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Savana Kota Malang, Rabu (7/12/2022).

Table Top PHRI Guyub Rukun Sesarengan, Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istiwewa Yogyakarta (DIY)

Wali Kota Sutiaji mengucapkan terima kasih karena Kota Malang menjadi salah satu tempat yang menjadi kegiatan guyub sesarengan. “Keberadaan wisata di Indonesia yang semakin baik tentunya membawa multiefek yang sangat luar biasa,” jelas Sutiaji.

Sutiaji berharap kegiatan ini tidak berbenti sampai di sini. Namun bagaimana caranya bisa terus berkelanjutan. Termasuk juga untuk PHRI Jawa Timur juga bisa mengadakan kegiatan seperti ini.

“Kalau saat ini PHRI DIY ke Malang, ke depan bagaimana PHRI Jatim bisa juga melakukannya di Yogyakarta,” kata Sutiaji.

Untuk pengembangan kegiatan wisata, Sutiaji menegaskan Pemerintah Kota Malang akan terus mendukung untuk memajukan. Terlebih keberadaan pariwisata sangat terbukti ampuh untuk meningkatkan pendapatan daerah dan mengembangkan ekonomi. Kegiatan di PHRI DIY di Kota Malang ini diharapkan bisa membawa keberkahan. Karena dimulai dengan niat yang baik. Kolaborasi dan akselerasi kegiatan menjadi keharusan semua dengan bahasa Yogyakarta guyub sesarengan.

“Artinya adalah rukun dahulu, menyamakan frekuensi, menyamakan visi. Tetapi itu tidak cukup, harus kolaborasi dan akselerasi,” tegas Sutiaji.

Menyamakan visi bahwa saat ini paradigma Indonesia telah berubah berkaitan dengan pengungkit devisa negara telah berubah. Kalau dahulu mengandalkan kekayaan alam dan hasil tambang, saat ini telah berubah dengan Indonesia adalah beautiful.

“Indonesia itu indah, Indonesia itu bumi satu satunya di belahan dunia yang memiliki multitalenta, orangnya luar biasa memiliki lebih 7.000 suku, bahasa adat istiadat,” kata Sutiaji.

Bagaimana kekayaan ini bisa terus diekspos dan dikembangkan. Sehingga pardigma ke depan pendapatan bangsa Indonesia tidak hanya mengandalkan sumber daya alam. Namun juga mengandalkan pariwisata. Pariwsisata di masa lalu yang masih dianggap sebelah mata, saat ini terus didukung untuk menjadi andalan mendapatkan devisa negara.

Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, Deddy Pranowo Eryono mengaku senang atas dukungan Pemerintah Kota Malang, travel agen, dan juga PHRI Jawa Timur. Pasalnya dengan dukungan itu, tim dari BPD PHRI DIY bisa melaksanakan kegiatan di Kota Malang dengan baik dan nyaman.

“Kami BPD PHRI DIY melakukan kunjungan silaturahmi ke Kota Malang untuk melakukan table top yang kedua guyub sesarengan,” kata Deddy.

Kenapa dinamakan guyub sesarengan, karena BPD PHRI DIY di era pandemi itu mengangkat tema guyub sesarengan. Apa itu guyub sesarengan? Guyub rukun sesarengan adalah saling mendoakan, saling menguatkan, saling menyemangati, dan saling mengingatkan satu sama lain.

Baik itu sesama anggota maupun degan stakeholder pariwisata dan pemerintah daerah. Di mana table top pertama PHRI DIY sudah dilakukan di Jawa Barat dengan seller sebanyak 72, buyer 120. Di Kota Malang ini kegiatan diikuti 72 seller dan 120 buyer.

“Ini semua bisa terjadi karena keguyuban untuk bisa membangkitkan pariwsata di DIY, khususnya dari sektor hotel dan restoran,” ujar Deddy. (cah/ram)