Beranda Berita Wali Kota Malang Apresiasi Pameran Kartun Antikorupsi

Wali Kota Malang Apresiasi Pameran Kartun Antikorupsi

14
0

Klojen (malangkota.go.id) – Berbagai cara dilakukan oleh seniman untuk menyampaikan kritiknya terhadap publik, terutama terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi. Seperti dengan menggelar pameran kartun bertajuk ‘Saweran Kartun ke-2’ di Balai Kota Malang. Pameran yang digelar sejak 31 Oktober hingga 2 November 2019 ini banyak menyita perhatian, termasuk Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji.

Pengunjung melihat karya-karya yang dipajang di Pameran ‘Saweran Kartun ke-2’

Pria berkacamata itu memberikan apresiasi terhadap puluhan karya yang mengkritisi pemicu terjadinya korupsi di negeri ini. Menurutnya, berbagai kartun karya seniman dari berbagai daerah, seperti dari Bandung, Malang, Yogyakarta dan Solo tersebut memberi sentuhan dan kritik sosialnya sangat bagus.

“Bagi yang sempat melihat, semoga dapat dijadikan bahan instropeksi dan bisa menjalankan apa yang dilihat, seperti tidak melakukan tindak korupsi sekecil apapun, terutama bagi pejabat publik,” imbuhnya, Jumat (01/11/2019).

Lebih jauh Sutiaji mengatakan pameran ini sangat positif, terutama saat menghadirkan pelajar agar lebih memahami berbagai tindakan yang dapat memicu tindak korupsi. “Jika para seniman ingin hasil karyanya ini dibukukan, kami sangat mendukung. Buku tersebut nantinya bisa dijadikan bahan ajar yang positif bagi siswa,” sambungnya.

Lebih jauh Sutiaji menyampaikan, bahwa pembelajaran atau pengenalan terkait tindak korupsi sejak dini memang harus dilakukan. “Cara-cara seperti ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah tindak korupsi sejak dini, sehingga calon pemimpin bangsa di masa depan ini akan menjadi generasi yang bermoral,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua pelaksana pameran, Wirastho mengatakan jika gelaran ini merupakan wujud dan salah satu bentuk kritik para seniman bagi birokrat dan pejabat publik lainnya. “Selain itu, dari pameran ini juga sebagai ajang pembelajaran bagi berbagai pihak, sehingga diharapkan dapat menekan terjadinya tindak korupsi,” urainya. (say/yon)