oleh

Wali Kota Cirebon Sampaikan Usulan Tiga Raperda untuk Dibahas di DPRD

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, M.AP., membuka pelatihan teknis manajemen risiko organisasi sektor publik di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, Senin (21/8/2023), di Hotel Prima Kota Cirebon.

Melalui kegiatan tersebut, Eti Herawati mengingatkan, untuk mencapai manajemen risiko yang baik maka diperlukan tindakan-tindakan mitigasi atau penanganan risiko. Karena dengan menerapkan manajemen risiko, organisasi dapat melakukan pekerjaan dengan efektif dan efisien.

“Manajemen risiko dapat didefinisikan sebagai proses berkelanjutan, sehingga organisasi dapat meminimalkan kerugian sekaligus memaksimalkan peluang yang ada,” katanya.

Eti mengatakan, jika dulu Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) hanya sebagai pemeriksa, maka sekarang ini peran APIP semakin luas, yaitu dari perencanaan, pelaksanaan, bahkan setelah selesai kegiatan.

“Jadikan APIP sebagai pihak yang dibutuhkan kehadirannya oleh perangkat daerah, dengan memberikan nilai tambah kepada perangkat daerah tanpa mengabaikan integritas,” ujarnya.

Eti menambahkan, pelatihan manajemen risiko ini merupakan para pemilik risiko di instansinya masing-masing. Oleh sebab itu, perlu memiliki kompetensi untuk menerapkan tata kelola manajemen risiko. Terutama dalam setiap pengambilan keputusan dalam pelaksanaan kegiatan.

“Pelatihan ini memiliki makna yang penting dan strategis dalam rangka meningkatkan kapabilitas para kasubag program dan pelaporan serta mempertahankan maturitas SPIP dan kapabilitas APIP Kota Cirebon yang sudah mencapai level 3,” tuturnya.

Pihaknya berharap, agar semua peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan bertanggung jawab. Sehingga seluruh informasi dan ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan di perangkat daerahnya masing-masing.

Sementara itu, Plh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Hj. Eriza, S.E., M.Si., mengatakan, pelatihan ini diikuti sebanyak 33 orang yang semuanya adalah kepala sub bagian program dan keuangan/pelaporan, perencana ahli muda dan staf penyusun laporan di lingkungan Pemda Kota Cirebon.

“Pelatihan ini secara klasikal dilaksanakan selama delapan hari. Terdiri dari pembelajaran klasikal selama lima hari dari 21-25 Agustus 2023 dan praktek belajar lapangan selama tiga hari dimulai 28-30 Agustus 2023,” katanya.

Metode pembelajaran dalam pelatihan ini, kata Eriza, terdiri dari ceramah dan tanya jawab, pendalaman materi, diskusi, simulasi dan penyusunan laporan praktek belajar lapangan.