Beranda Berita WALI KOTA BUKA FGD SISTEM LAYANAN RUJUKAN TERPADU PENANGANAN FAKIR MISKIN DI...

WALI KOTA BUKA FGD SISTEM LAYANAN RUJUKAN TERPADU PENANGANAN FAKIR MISKIN DI KOTA BEKASI

12
0

WALI KOTA BUKA FGD SISTEM LAYANAN RUJUKAN TERPADU PENANGANAN FAKIR MISKIN DI KOTA BEKASI

By Admin 25 Agustus 2020 7 Views

KOTA BEKASI, Selasa 25 Agustus 2020.

Dinas Sosial Kota Bekasi mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu di Kota Bekasi  sebagai acuan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Acara terselenggara di Hotel Aston Kota Bekasi dengan menggunakan protokol kesehatan  dan mengundang anggota dari organisasi sosial sebanyak 70 orang.

Tujuan dari program ini ialah mendapatkan kesamaan visi tentang penanganan fakir miskin dan menjadi langkah awal persiapan satu pintu di Kota Bekasi. Mengacu pada Permensos 15 Tahun 2018 Tentang Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu, Perwal 57 Tahun 2019 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu. Mengenai data kemiskinan (Big data) dalam Permensos No 5 Tahun 2019, maka di lanjutkan dalam sebuah pengaplikasian di masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi membuka acara tersebut dan dihadiri oleh Koordinator SLRT Provinsi Jawa Barat, Harvian. Para peserta dari unsur sosial yakni para anggota Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), anggota TKSK Kota Bekasi dan unsur Karang Taruna yang dapat membantu di bidang sosial.

Wali Kota menyebutkan bahwa program dari Kementerian Sosial ini harus terkoneksi dengan bantuan Bapelitbangda Kota Bekasi, agar terserapnya dana yang akan diajukan dalam program baik ini, juga terkoneksi dengan Diskominfostandi yang akan membantu dalam penjabaran data masyarakat Kota Bekasi.

Dalam peluncuran ini semoga bisa mengurangi jumlah angka kemiskinan di Kota Bekasi secara signifikan, bergerak berdasarkan data dan terukur, dan yang paling utama ialah penanggulangan PPKS tidak lagi bersifat sektoral dan dilakukan dengan mengutamakan sinergitas antar OPD yang ada.

Wali Kota memberikan solusi kemudahan dalam menyikapi kemiskinan di Kota Bekasi, bahwa  mengapa selalu terbelakangi oleh persolaan komunikasi, dengan contohnya bantuan sosial yang menerima memiliki sebuah mobil sehongga tidak sampai ke target, mengapa belum mendapatkan kesempatan yang baik untuk orang tidak mampu.

Solusinya, Kota Bekasi hanya 21 ribu hektar, jangkauannya dekat tidak sulit, tapi tidak pernah selesai mengapa? Kini sudah jamannya serba teknologi, by name by addrres, apa saja yg harus dibangun kebutuhan ekonominya, harus tersinergitas dengan Dinas Komunikasi nya, agar langsung dapat mencapai target si masyarakat.

Demikian juga untuk Dinas Perkimtan Kota Bekasi yang harus mendata Lingkungannya, MCK, air bersih, jalan setapak, sarana prasarana PSU, juga termasuk sekolah. Ini adalah cara kerja sinergitas, sehingga Dinas Sosial hanya perlu mendata secara rinci apa yang di cari dari warga yang tidak mampu.

“Semoga launching ini dapat mengerahkan pergerakan seluruh unsur sosialnya, yang nantinya juga akan dilakukan sosialisasi mengenai dampak dari Covid di Kota Bekasi, agar yang berada di wilayah juga dapat membantu tersebarnya sosialisasi bahaya Covid 19,” jelas Rahmat Effendi. (Ndoet)

Tags : Rahmat Effendi,Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu,Hotel Aston Kota Bekasi

Sumber : Bekasikota.go.id