Beranda Berita Umat Hindu Malang Raya Gelar Ritual Ngembak Ghni di Candi Badut

Umat Hindu Malang Raya Gelar Ritual Ngembak Ghni di Candi Badut

32
0

Sukun (malangkota.go.id) – Satu hari pasca perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) menggelar acara Ngembak Ghni (baca: geni) dan Dharmashanti di Candi Badut Malang, Jumat (08/03/2019). Ritual upacara ini digelar sesaat setelah umat Hindu menyelesaikan ibadah Catur Brata di Hari Raya Nyepi.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat menghadiri Upacara Ngembak Ghni dan Dharmashanti di Candi Badut Malang

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengapresiasi dan turut bangga kepada umat agama Hindu yang telah mengundangnya secara khusus pada kesempatan ini. Menurutnya, selama ini kerukunan antar umat beragama yang dijalankan oleh penganut umat Hindu dengan masyarakat penganut agama lain berjalan sangat baik.

Begitu juga dengan tema besar yang diusung dalam perayaan Hari Raya Nyepi kali ini, yaitu untuk turut menyukseskan Pemilu 2019 mendapatkan perhatian khusus Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji. Disampaikan pria berkacamata itu, hal tersebut menjadi kewajiban semua warga masyarakat karena akan turut menentukan masa depan bangsa.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Malang, Sutomo Hadi mengatakan bahwa pada prinsipnya tujuan atau pegangan hidup umat Hindu itu ada dua, yaitu dharma agama dan dharma negara.

“Untuk dharma agama, merupakan kewajiban umat untuk menjalankan semua yang diperintahkan oleh agama, termasuk Upacara Ngembak Ghni yang dilaksanakan hari ini,” ujarnya.

Untuk dharma negara, lanjut dia, salah satunya adalah menyukseskan Pemilu dengan menggunakan hak pilih dengan sebaik mungkin. Bagi Sutomo, umat Hindu yang ada di Malang Raya ini diimbau agar tidak golput agar ke depan bangsa ini semakin baik lagi dengan terpilihnya para calon pemimpin yang amanah.

“Maka dari itu, pada tanggal 17 April nanti, semua umat Hindu dan masyarakat pada umumnya hendaknya bisa datang ke TPS setempat untuk menyalurkan hak pilihnya. Selain itu, kerukunan antar umat beragama harus terus dijaga dengan baik, sehingga tercipta keharmonisan dan sikap toleransi,” sambung Sutomo.

Hal senada juga disampaikan tokoh agama Hindu Kota Malang, I Putu Moda Arsana. Dikatakannya, memilih calon pemimpin masa depan bangsa ini sangat penting. “Pilihlah calon pemimpin yang bisa membawa bangsa ini ke depan lebih baik lagi, menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan kemajemukan bangsa ini,” ucapnya.

Sebagai warga negara yang baik, terang Putu, sudah seharusnya dan bahkan wajib di tanggal 17 April nanti datang ke TPS untuk memilih calon pemimpin bangsa ini. “Yang perlu diingat dan dijaga, saat tahun politik seperti saat ini yaitu menjaga kebersamaan dan hindari hal-hal yang memicu perpecahan,” pesannya.

“Kerukunan antar umat beragama di Indonesia merupakan yang terbaik, dan mari kita jaga predikat itu sebaik mungkin, serta jangan sampai luntur sedikit pun. Berbeda pilihan itu hal yang biasa, dan itu merupakan salah satu bukti kebhinekaan bangsa ini. Berbeda itu indah dan hendaknya jangan dijadikan sebagai pemicu perpecahan, serta persaudaraan antar umat,” jelas Putu lagi.

Berbagai pernyataan tersebut juga sangat diparesiasi oleh umat Hindu, seperti yang dikatakan oleh Marhaeni. Warga asal Bali yang tinggal di Kota Malang ini pun mengaku senang serta bangga dengan kerukunan antar umat yang ada di Kota Malang. “Kota Malang sejauh sangat kondusif, dan saya senang dengan masyarakatnya yang homogen,” ungkapnya.

Disampaikannya, tak hanya kerukunan antar umat beragama, tapi juga semua aparat keamanan negara bekerja dengan baik. “Jika ada isu negatif dan bisa memicu perpecahan, maka wali kota bersama TNI-Polri mengambil langkah cepat dan konkret, sehingga kondusivitas tetap terjaga,” tukasnya. (say/yon)