oleh

Uji Coba Skema Baru, Dishub Pasang Water Barrier di Jalan Merdeka Utara

-Berita-123 Dilihat

Klojen (malangkota.go.id) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama dengan Polresta Malang Kota menyiapkan skema baru penerapan rekayasa lalu lintas di seputar Kawasan Kayutangan Heritage dan sekitarnya. Seperti yang telah terpotret pada Jumat (11/8/2023), yakni pemasangan water barrier di Jalan Merdeka Utara.

Pemasangan water barrier di Jl Merdeka Utara

Dijelaskan Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra, Sabtu (12/8/2023), langkah ini adalah untuk membuat jalur menjadi dua arah, yang tujuan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas pengendara ketika akan menuju kawasan Kayutangan Heritage dari arah Jalan Merdeka Timur.

“Pemasangan water barrier ini untuk membuat dua arah di depan Bank Indonesia. Karena selama ini di depan BI itu satu arah dari barat ke timur kalau mau ke arah Kantor Bupati Malang,” terang pria yang akrab disapa Jaya tersebut.

Ditambahkannya, pengendara dari arah Jalan Merdeka Timur boleh belok kanan langsung ke Jalan Merdeka Selatan menuju Kayutangan Heritage. Selama ini pengendara lurus sehingga memberikan beban di depan Kantor Pos, kemudian di pertigaan es talun itu sampai full. “Jadi dengan rekayasa ini akan lebih dekat,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga akan melakukan penutupan marka yang tidak perlu di Kawasan Kayutangan Heritage, seperti marka penyebrangan atau zebra cross yang ada serta jalur pesepeda.

“Zebra cross itu sudah kita tutup, tapi tidak permanen. Itu sudah kita cat, kira kira sudah tiga bulan lalu, namun muncul lagi aslinya. Seharusnya ditutup dengan aspal dan untuk melakukannya kami harus bekerja sama dengan DPUPRPKP,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa jalur pesepeda yang selama ini berada di kanan jalan, seharusnya berada di sebelah kiri jalan. Itu harus dilakukan untuk mengikuti arah dari para pengendara sepeda motor dan mobil dalam penerapan satu arah.

“Itu masih di sebelah kanan karena masih mengikuti berlakunya dua arah dulu. Ini seharusnya dipindah. La kalau itu dikerjakan sekarang, terus overlay, tidak efisien dan terjadi pemborosan. Kita mengeluarkan duit untuk pindah, lalu ditutup dengan aspal dan dipasang lagi itu jadi dua kali,” jelasnya lagi.

Saat ini pihak Dishub Kota Malang tengah menunggu overlay dari DPUPRPKP Kota Malang, yakni akan dilakukan pada tahun ini tepatnya di bulan Oktober 2023 mendatang. Selain itu juga agar tidak menjadi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (say/yon)