oleh

Transformasi Digital di Dunia Usaha, Sekda Kuningan Jelaskan Hukum Bisnis

-Berita-80 Dilihat

KUNINGAN – Sekda Kabupaten Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengingatkan tentang pentingnya kerapian seragam dan kelengkapan atribut sebagai seorang ASN (Aparatur Sipil Negara). Dia mengatakan, seragam dan atribut yang rapi dan lengkap memberikan kesan profesionalisme dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai seorang ASN.

“Dalam menerapkan kedisiplinan, apel pagi menjadi bagian kegiatan rutin di lingkungan instansi pemerintahan yang melibatkan seluruh pegawai untuk menyampaikan informasi, koordinasi, dan menyemangati satu sama lain sebelum memulai aktivitas kerja,” ungkap Sekda Dian ketika memimpin apel pagi di Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Selasa (8/8/2023).

Tak ketinggalan, Sekda Dian juga membahas tentang sikap kerja yang optimal, kesetiaan, loyalitas, dan antusiasme terhadap pekerjaan. Hal ini diyakini akan melahirkan rasa cinta pada pekerjaan dan penting bagi seorang bawahan untuk memiliki sikap hormat kepada pimpinan, sementara pimpinan juga perlu memperhatikan bawahan. Dan komitmen pada hasil pekerjaan juga perlu ditunjukkan untuk mencapai kinerja yang optimal. “Hal ini ditunjukan Diskopdagperin dengan menciptakan terobosan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan bagi sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Diskopdagperin yang kental dengan dunia usaha, Sekda Dian menjelaskan tentang hukum bisnis, yang mencakup aspek Produk, Harga, Promosi, dan Usaha kerjasama. Untuk membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, perusahaan harus memahami permintaan dan preferensi pelanggan serta mengidentifikasi tren dan kebutuhan pasar terkini.

“Begitu juga masalah harga produk harus dipertimbangkan dengan cermat, karena kadang-kadang harga yang tinggi tidak selalu berarti kualitas yang baik. Promosi menggunakan teknologi informasi dapat membantu perusahaan mencapai pelanggan yang lebih luas dan efektif. Usaha kerjasama kini tidak hanya bersifat kompensional, namun juga mempertimbangkan sinergi dan saling menguntungkan antara pihak-pihak yang terlibat,” jelasnya.

Menyikapi perkembangan usaha konvensional yang beralih menjadi online, Sekda Dian juga menerangkan, contohnya Taksi Konvensional dengan Gojek dan Toko Buku dengan Buku online. Ini menggambarkan tren transformasi digital di berbagai sektor usaha, di mana usaha yang bisa beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital mampu mencapai pasar yang lebih luas dan efisiensi yang lebih tinggi.

Sementara itu, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Diskopdagperin Kabupaten Kuningan menuturkan banyak Inovasi yang dikembangkan pada Diskopdagperin, salah satunya saat ini yang paling menonjol inovasi “Si Badu Mirakyat” yang menjadi salah satu Top Inovasi di Jawa Barat. Berdasarkan Data yang ada jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tercatat sebanyak hampir 59.600 dan Jumlah Koperasi mencapai 752.

Aplikasi ini dikatakan U. Kusmana, digunakan untuk memberikan informasi dan layanan kepada masyarakat terkait UKM, harga-harga, informasi pasar, dan sebagainya. Bahkan kunjungan untuk link Si Badu Mirakyat setiap harinya selalu meningkat. Ini menunjukkan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat,” ujarnya.

“Kami sangat bersyukur atas apresiasi dan respon dari Pak Sekda terhadap Diskopdagperin, yang sudah menyempatkan untuk memimpin apel dan silaturahim dengan seluruh pegawai. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Kusmana mengatakan, semoga arahan dari Pak Sekda dapat diimplementasikan dengan baik untuk kemajuan dan kebaikan Diskopdagperin ke depannya. Dan selalu untuk tetap menjaga kekompakan dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan inovasi-inovasi yang lebih baik untuk meningkatkan perekonomian melalui UMKM dan Koperasi. (IKP/DISKOMINFO/PROKOMPIM)