oleh

Tradisi Seni Kontes Laga Domba, Meriahkan Silaturahim Budak Angon Desa Subang

-Berita-418 Dilihat

KUNINGAN-Pelestarian Tradisi Seni Kontes Laga Domba diikuti dari berbagi daerah,  berlangsung di Desa Subang. Kegiatan ini digelar bersamaan dengan acara Pesta Patok Silaturahim Budak Angon Desa Subang bekerjasama dengan Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI) Kuningan,  Sabtu (7/5/2022).

Ketua HPDKI Kuningan H Ade Petruk, seni kontes domba  yang akan dinilai, diantaranya  gaya, postur, kelincahan kekuatan, dan lainnya bisa disaksikan sendiri. Alhamdulillah untuk Kuningan termasuk Desa Subang ada juga Selajambe banyak domba yang diikut sertakan.

“Pelestarian Tradisi Seni Kontes Laga Domba akan menjadi daya tarik sebagai tontonan sekaligus meningkatnya nilai ekonomi bagi peternak. Jadi kalau domba  dari Desa Subang atau Selajambe  yang bagus,  otomatis bisa naik harganya.  Dan Kami tegaskan bahwa dikontes laga domba,  sama sekali tidak ada perjudian,” ungkapnya.

H. Ade optimis bahwa tahun depan akan menyelenggarakan kegiatan ini dengan lebih meriah lagi. Dirinya   sanggup  menghadirkan sekitar 700 domba  se-Jawa barat. Untuk itu disampikan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta mendukung kontes domba ini. Tak lepas juga support dari Pak Bupati Kuningan.  

Dalam kesempatan itu, dilakukan juga pengukuhan  pengurus PAC HPDKI Desa Subang, selaku ketuanya  Ayi Zainul Hikayat. Hadir Juga Anggota  DPRD, Unsur Muspika, Aparatur Desa dan ratusan masyarakat.  

Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyampaikan terima kasih kepada HPDKI yang selalu  konsisten dina ngamumule tradisi seni, nyaeta ngamumule tradisi seni titinggal sesepuh urang sadaya dina kontes laga lomba. Dalam pelestarian tradisi seni Kontes Laga Domba  dapat dikembangkan juga menjadi peluang usaha.

Bupati Acep menyampaikan, selamat datang kepada para peserta dari luar Kuningan, penyelenggara dan lainnya di Desa Subang dina raraga pesta patok.  Dihaturkan terima kasih  masih dina suasana Idul Fitri urang tiasa ngahibur,  tiasa ngintunkeun naon nu ku urang tos dipilakon, diantawisna lain sakur  ngurus embe tapi juga kontes. Semoga melalui kegiatan ini akan menjadi ikhtiar untuk melestarian tradisi seni yang yang sudah diwariskan, sekaligus bisa mengembangkan tarap perekonomian masyarakat. (IKP/DISKOMINFO)