oleh

Tingkatkan Efektivitas Pertanian Perkotaan, Dispangtan Luncurkan Smart Farming

-Berita-140 Dilihat

Blimbing (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya menggalakkan kegiatan urban farming yang menjadi salah satu strategi untuk memenuhi kebutuhan pangan hingga pada kelompok kecil di masyarakat. Untuk menjaga keberlanjutan kegiatan urban farming tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang meluncurkan penggunaan Internet of Things (IoT) berupa aplikasi Smart Farming di Kelompok Tani Urban Farming Mak Cemput Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Selasa (13/9/2023).

Dispangtan Kota Malang meluncurkan penggunaan Internet of Things (IoT) berupa aplikasi Smart Farming di Kelompok Tani Urban Farming Mak Cemput Kelurahan Arjowinangun

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi, SP menuturkan bahwa smart farming yang dikembangkan di Kota Malang ini menggunakan teknologi digital dan informasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam produksi pertanian perkotaan. Slamet menjabarkan dalam aplikasi smart farming ini ada beberapa kegiatan pertanian yang dapat dilakukan dari jarak jauh, di antaranya adalah smart irigasi dan dan smart lighting. Melalui penggunaan aplikasi ini, kegiatan urban farming yang dilakukan oleh masyarakat diharapkan memperoleh hasil produksi yang berkualitas.

“Aplikasi yang kita gunakan ini berbasis android, jadi di manapun kita berada, kita bisa mengendalikan, kapan harus menyalakan lampu, kapan harus menghentikan kegiatan penyiraman. Sehingga secara perhitungan akan lebih efektif, baik dalam penggunaan air maupun penggunaan daya listrik. Nah ini adalah konsep dasar dari penggunaan smart farming, smart irigasi, dan smart lighting,” beber Kadispangtan.

Lebih lanjut, Slamet menyebutkan bahwa teknologi IoT ini nantinya dapat digunakan di seluruh kelompok tani yang melaksanakan urban farming yang juga dapat terintegrasi dengan kegiatan peternakan dan perikanan. “Untuk tahap awal, aplikasi ini akan digunakan di tujuh kelompok urban farming yang telah dianggarkan pada perubahan APBD tahun 2023. Ke depan, dengan ketersediaan anggaran yang ada di 2024, monggo (silakan_red) masyarakat melalui kelompok tani bisa mengajukan ke Dispangtan untuk bisa mendapatkan aplikasi ini,” terangnya

Untuk saat ini sistem teknologi smart farming ditujukan untuk kegiatan urban farming, sementara untuk kegiatan pertanian lainnya akan digunakan teknologi lain. “Secara hamparan luas untuk padi, nanti kita akan coba menerapkan teknologi drone spraying. Selain untuk penyiraman, sekaligus bisa mendeteksi kesuburan tanaman dan tanah,” ujar Slamet.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji yang juga turut hadir dalam peluncuran aplikasi smart farming ini mengapresiasi inovasi berbasis teknologi tersebut. Seperti diketahui bersama, Widayati bersama TP PKK Kota Malang getol menggalakkan urban farming di Kota Malang.

“Smart Farming ini sungguh luar biasa. Alhamdulilah di Kota Malang melalui Dispangtan telah me-launching. Sasaran kita adalah di kelompok urban farming yang saat ini sudah dilakukan oleh semua RW. Dengan smart farming ini, kegiatan operasional akan bisa lebih efektif karena bisa dilakukan di mana saja. Selain itu, ternyata hasilnya luar biasa, bisa menjadi dua kali lipat bahkan hampir tiga lipat dibandingkan dengan pertanian konvensional. Mudah-mudahan semua kelompok urban farming juga seluruh pertanian di Kota Malang nantinya dapat menggunakan IoT,” pungkasnya. (ari/yon)