oleh

Tingkatkan Daya Saing, Pemkot Malang Latih Wira Usaha Pemula

-Berita-162 Dilihat

Klojen (malangkota.go.id) – Sebagai upaya menciptakan iklim kewirausahaan untuk menguatkan sektor industri kreatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Periwisata (Disporapar) Kota Malang menggelar pelatihan packaging branding dan digital marketing di Hotel Montana, Rabu (8/2/2023).

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi memberikan sambutan saat pelatihan packaging branding dan digital marketing di Hotel Montana

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, S.Pd, SE, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini adalah upaya mewujudkan Kota Malang sebagai kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, berkelanjutan dan keterpaduan sebagaimana misi pembangunan Kota Malang yang kedua.

“Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Malang dalam mengembangkan industri kreatif di Kota Malang. Di era digital ini dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat telah membentuk budaya baru yakni transformasi digital di semua sektor termasuk dalam sektor ekonomi digital,” jelas Baihaqi.

Menurutnya, di era digital saat ini, khusunya para pemuda harus punya nilai tambah yang harus terus diperkuat untuk menjawab tantangan jaman mempunyai daya saing untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

“Untuk itu mari manfaatkan waktu sebaik-baiknya karena kita harus punya daya saing yang tinggi. Di Kota Malang tidak kurang dari delapan ratus ribu mahasiwa yang sedang menimba ilmu. Ini harus kita tangkap sebagai potensi untuk terus meningkatkan industri kreatif sehingga ekonomi Kota Malang terus berkembang dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Baihaqi menjelaskan bahwa stabilitas dan kemandirian ekonomi dapat didukung dengan bertambahnya UMKM digital dan startup baru milik generasi muda. Ia pun berharap para pemuda Kota Malang dapat memotivasi diri, melahirkan ide-ide kreatif dan menciptakan inovasi dalam rangka menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

“Hal itu guna menciptakan peluang dunia kerja di masing-masing bidangnya. Kita harus punya inovasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru, dalam menjalankan sebuah usaha ada tantangan namun jangan jadikan itu sebagai hambatan untuk berhenti berupaya dan berusaha,” ujar Baihaqi.

Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi media untuk memberi bekal yang lebih mendalam kepada generasi muda terkait digital marketing. Selain itu juga dapat menambah wawasan kewirausahaan maupun teori serta keterampilan packaging serta branding secara mendalam.

“Sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk pengembangan usaha agar ekosistem kewirausahaan Kota Malang semakin baik, dan lahir banyak wirausahawan muda baru yang produktif, kreatif serta siap memajukan UMKM Kota Malang yang kuat dan bersaing di pasar global demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan Kota Malang,” pesannya.

Baihaqi pun mengajak para peserta untuk memanfaatkan kegiatan peningkatan kapasitas yang menghadirkan Nanang Suherman (Owner Ayam Nelongso) dan Erie Awalil Fakhri (Dosen Universitas Brawijaya) sebagai narasumber untuk digali bagaimana kiat-kiat mengawali usaha serta motivasi untuk mengambil peran sebagai pengusaha muda yang memanfaatkan era digital ini.

Salah satu peserta kegiatan, Muhammad Saiful Hakim (30 tahun) dari Kecamatan Sukun mengatakan kegiatan pelatihan ini bisa meningkatkan skill atau kemampuan kita sebagai peguasaha yang pemula untuk meningkatkan bisnisnya.

“Kemudian bagi teman-teman pemuda khususnya di kelurahan saya yang belum menjadi wirausaha, semoga dengan kegiatan ini bisa termotivasi dan bisa membangun usaha kecil-kecilan,” harap Hakim.

Hakim juga berharap Pemkot Malang terus menguatkan kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda. Karena menurutnya generasi muda merupakan investasi terbesar karena mempunyai potensi lebih dari generasi-generasi sebelumnya.

“Alhamdulillah dari kegiatan ini saya mendapat banyak wawasan dan pengetahuan khususnya tentang digital marketing dan branding. Serta semoga dapat memotivasi teman-teman pemuda lainnya,” pungkasnya. (yul/yon)