oleh

Serangan Hama Jadi Kendala Budidaya Kopi

-Berita-205 Dilihat
Serangan Hama Jadi Kendala Budidaya Kopi 239

Sejumlah Penghargaan Kopi Unggulan

BERITA BOGOR – Budidaya kopi di Kabupaten Bogor telah mengharumkan Indonesia di kancah Internasional yang menyandang 10 besar kualitas biji kopi terbaik Coffee Contest pada tahun 2018, dan terbaik keempat di Paris pada tahun 2019. Salah satunya kopi Wangun 2 yang merupakan terbaik kedua di Kabupaten Bogor.

Perkebunan Kopi Wangun 2 yang dikelola Kelompok Tani Putra Harapan 2 tersebut membentang di tiga pegunungan, yakni di Gunung Sadon diketinggian 1250 dpl, Gunung Kramat diketinggian 900 dpl, dan Gunung Wangun diketinggian 630 dpl yang merupakan lahan milik KPH / Perhutani yang terletak di wilayah Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang.

Sejak tahun 2017, potensi budidaya kopi ini menjadi perhatian khusus dari Dinas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor dalam upaya pengembangan kopi jenis Robusta asli Bogor yang memiliki cita rasa khas. “Pembinaan, bantuan teknis dan upaya peningkatan pemasaran dilakukan secara rutin kepada kelompok tani kami supaya budidaya kopi Robusta Bogor terus berkembang,” ucap H. Entib, Wakil Ketua Kelompok Tani Putra Harapan 2, Minggu (19/6/2022) sore.

Baca juga :  Jalan Wisata Gunung Pancar Terendam Lumpur

Namun, kata H. Entib, permasalahan serangan hama merupakan salah satu kendala yang belum terpecahkan selama ini, selain kendala lainnya yaitu pemasaran produk Kopi Robusta Bogor Wangun 2 yang belum memiliki Kedai Kelompok Tani. “Kita masih menghadapi hama semut merah dan pbko atau bambung kecil sejenis kumbang yang kerap menyerang tanaman yang bisa mempengaruhi berkurangnya kualitas dan kuantitas kopi, bisa mencapai 5-10 persen,” kata H. Entib.

Menurutnya, serangan hama semut merah dapat merusak bagian akar dan batang tanaman kopi sehingga resapan kandungan nutrisi dan mineral dari tanah dapat terganggu. Bahkan, telur-telur semut merah pada batang tanaman bisa mengganggu tumbuhnya bunga kopi. Sedangkan, serangan hama bambung kecil dapat menyebabkan biji kopi berlubang dan hitam di sebagian bahkan seluruh bagiannya dan hal ini bisa membuat kualitas menjadi kurang baik.

Serangan Hama Jadi Kendala Budidaya Kopi 240

Serangan Hama Semut dan PPko

Penyuluh perkebunan, Dadi Darsono, membenarkan serangan hama ppko (sejenis kumbang), dan semut pembawa vektor kutu putih masih menjadi hambatan budidaya biji kopi, namun pihaknya intens membantu para petani untuk menangani permasalahan tersebut Untuk sistim pemasaran juga masih tradisional, dimana tata niaga 60-80% petani kopi terperangkap oleh tengkulak atau pengijon sehingga sulit bagi petani untuk pengembangan pemasarannya. Diharapkan adanya bantuan alat pembasmi hama dan alat perangkap, termasuk untuk bantuan pinjaman modal lunak untuk petani agar terlepas dr tengkulak maupun pengijon.

Baca juga :  Kepala Desa Sumur Batu H Nurhikmat SE mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H / 2022 M

“Benar adanya serangan hama ppko dan semut merah pembawa vektor kutu putih sehingga untuk mengatasi hama ppko kita melakukan gerakan pruning, wiwil daun dan pembersihan lahan serta memasang alat perangkap ppko (brocap trap) begitu juga dengan hama semut merah harus dilakukan pembersihan lahan dan mengurangi tumpukan sisa daun disekitar batang kopi dan penyemprotan dengan insektisida,” jelasnya saat dihubungi Rakyat Bogor.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengatakan Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi. Terdapat 6.089 hektar perkebunan kopi robusta bogor, dengan jumlah petani kopi mencapai 28.935 orang dan produksi tahun 2021 mencapai 4.150 ton.

“Capaian produksi kopi robusta tersebut menempatkan Kabupaten Bogor menjadi yang terbesar di Jawa Barat dan urutan keempat di tingkat nasional,” tandasnya usai panen biji kopi di Sukamakmur, Bogor, Rabu.(1/6) Kemarin. (bili)

Baca juga :  Harga BBM Belum Naik Rakyat Sudah Menjerit

Artikel Terkait :

Baca Artikel Aslinya