oleh

Sekda Dian Beri Arahan kepada 37 Kepala UPTD Puskesmas Terkait BLUD

-Berita-197 Dilihat

KUNINGAN – Dalam rangka mewujudkan pengelolaan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang berkinerja dan mandiri, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menyelenggarakan pembinaan kepada 37 Puskesmas se-Kabupaten Kuningan. Acara yang materinya disi oleh Sekretaris Daerah, Dr H. Dian Rachmat Yanuar Msi itu diselenggarakan di Aula Rapat Dinas Kesehatan, pada Rabu (13/09/2023).

Pertemuan ini juga merupakan forum konsultasi antar Kepala UPTD Puskesmas agar terlaksananya BLUD Kuningan yang memberikan manfaat bagi keuangan daerah.

Dikatakan dr. Hj. Susi Lusiyanti, MM selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, bahwa pertemuan ini merupakan sarana koordinasi antar Kepala UPTD sehingga BLUD dapat berjalan dengan lancar sehingga memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya.

“Dimana hari ini ada dua materi yang akan di sampaikan. Materi pertama adalah arahan dari Pak Sekda selaku Pimpinan tertinggi ASN dan materi yang kedua adalah dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kuningan. Jangan merasa bosan atas arahan yang diberikan melalui Dinas Kesehatan karena dalam pelaksanaannya, BLUD harus dilakukan hati-hati karena banyaknya aturan yang perlu dipedomani” Kata dr Susi.

“Pelaksanaan manajemen BLUD puskesmas tidak mudah, karena memerlukan penyesuaian pola pengelolaan keuangan, pola pelayanan dan pola pelaporan dengan penerapan praktek bisnis yang sehat. Hal ini diharapkan pendapatan puskesmas menjadi naik dan pelayanan pun semakin berkualitas.” Lanjut dr Susi.

Dalam arahannya, Sekda Dian berharap bahwa dengan berubahnya UPTD Puskesmas menjadi BLUD menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang akan berimplikasi terhadap kualitas keuangan yang semakin membaik.

“Dewasa ini, masyarakat kita sangat kritis terhadap berbagai pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. Utamanya pelayanan kesehatan yang adalah etalase pelayanan Pemerintah Daerah. Baik dan buruknya kualitas pelayanan terkadang dilihat dari pelayanan kesehatan yang diberikan” Kata Sekda Dian.

Untuk itu dirinya mendorong agar para pemangku kepentingan dan juga ASN tenaga kesehatan agar selalu merubah mindset dengan terus menumbuhkan embrio Gen Inovasi untuk lahirnya kreatifitas dalam pelayanan kesehatan.

“Hal itu tergantung bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi informasi yang dapat memangkas birokrasi pelayanan yang ribet. Sesuai dengan reformasi Birokrasi yang kita harapkan seperti pelayanan harus menyentuh langsung kepada masyarakat, pelayanan tidak terpacu pada tumpukan kertas dan senantiasa menggagas adanya kreasi dan inovasi yang dimunculkan” tutur Dian.

Lebih lanjut Sekda Dian juga selalu mengingatkan kepada para ASN agar selalu meningkatkan kedisiplinan dan selalu melayani dengan sepenuh hati.

“ASN di puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat harus meningkatkan disiplin, dengan nilai disiplin akan meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan” Tutup Dian. (BagProkompim/SetdaKuningan)