oleh

Sebanyak 155 ASN Gali Ilmu Strategi Komunikasi Bersama Sekda Kuningan

-Berita-83 Dilihat

KUNINGAN – Sebanyak 155 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Kuningan antusias mengikuti Pelatihan Teknis Strategi Komunikasi, Keprotokolan dalam Kehumasan, dan Komunikasi Publik. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kuningan bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dalam materinya,  menjelaskan pentingnya komunikasi yang efektif, keprotokolan, dan kehumasan bagi ASN.       Bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi, ide, perasaan, atau data antara individu atau kelompok melalui berbagai saluran atau medium. Hal tersebut disampaikan pada acara pelatihan yang berlangsung  di Aula Graha Sajati  UPTD BKPSDM Kabupaten Kuningan, Senin (13/11/2023).

Dalam prinsip-prinsip kehumasan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si  menekankan nilai-nilai seperti keterbukaan, transparansi, empati, pemahaman, keterlibatan, partisipasi, komunikasi dua arah, kejujuran, integritas, dan keterbukaan terhadap kritik dan umpan balik. Dian  juga memaparkan strategi riset komunikasi yang mencakup analisis audiens, analisis pesan, analisis saluran, dan evaluasi dampak.

Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si  yang pernah manjabat Kabag Humas ini  menjelaskan Riset komunikasi, yaitu   Analisis Audiens, Memahami siapa audiens target, preferensi, nilai-nilai, dan kebutuhan mereka. Analisis Pesan, Mengidentifikasi pesan yang paling efektif dan sesuai dengan tujuan komunikasi. Analisis Saluran, Mengevaluasi saluran komunikasi yang paling efektif, seperti media sosial, surat kabar, atau pertemuan langsung, Evaluasi Dampak, Mengukur dampak  efektivitas atau inisiatif komunikasi.

Selain itu, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. membahas pentingnya keprotokolan dalam acara kenegaraan atau resmi. Keprotokolan mencakup tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam Negara, pemerintahan, atau masyarakat.

Tak ketinggalan dibahas aturan keprotokoler yang dijelaskan melibatkan cara mengatur tempat duduk tamu atau pejabat VIP, menetapkan jumlah tamu/pejabat VIP, menentukan ranking tamu/VIP dari yang tertinggi sampai terendah, dan menetapkan tempat duduk sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, tata urutan memberikan sambutan, dengan memperhatikan  tingkat kedudukan/jabatannya hingga yang tertinggi. Para peserta pelatihan juga mendapatkan wawasan mendalam tentang bagaimana menjalankan tugas ASN dengan penerapan prinsip-prinsip komunikasi yang efektif dan keprotokolan yang tepat.

Menurutnya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kemampuan komunikasi ASN di Kabupaten Kuningan. Para peserta juga diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam tugas sehari-hari. Terlebih setiap SKPD memiliki fungsi  kehumasan, disinilan pentingnya memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi kegiatan salah satunya melalui pembuatan rilis berita.  

Sementara itu, Drs Dudi Budiana MSi, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan yang juga adalah Ketua Panitia Pelatihan mengatakan melalui pelatihan ini peserta mampu membuat strategi komunikasi tepat sasaran sehingga dapat menjadi Humas di setiap SKPD masing-masing. Dan  mampu melakukan praktek komunikasi publik tepat sasaran dan memiliki pemahaman tentang keprotokolan mengenai tata cara upacara, penghormatan atau kegiatan pimpinan. (IKP/DISKOMINFO).