oleh

Satwa Liar Terdesak Masuk Perkebunan Warga

Satwa Liar Terdesak Masuk Perkebunan Warga 239

BERITA BOGOR – Perambahan kawasan hutan telah nyata merusak habitat dan menjadi penyebab terputusnya rantai makanan, sehingga keberaddan satwa liar dan di lindungi pun semakin terdesak.

Di Jawa Barat, seekor Macan Kumbang tertangkap kamera sedang melintas di area operasi Star Energy, perusahaan energi panas bumi di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak pada 27 Februari 2022. Macan Kumbang juga terekam kamera warga sedang berkeliaran di perkebunan sekitar Kawasan BBKSDA Pengalengan Jawa Barat pada 7 Agustus 2022.

Kondisi tersebut tentu saja mengancam kelestarian satwa liar dan di lindungi bahkan terancam punah apabila ketegasan hukum tak kunjung ditegakkan.

Aktifis konservasi tidak henti-hentinya mendesak BBKSDA untuk lebih peduli terhadap ancaman kepunahan satwa liar dan di lindungi. Ketegasan hukum semestinya ditegakkan secara sungguh – sungguh untuk perlindungan secara utuh kawasan hutan dan habitatnya.

Baca juga :  Respon Terhadap Sikap Penolakan Komisi IV DPR RI Terhadap Keputusan Menteri LHK Terkait KHDPK

“Munculnya Macan Kumbang di Pangalengan di sekitar Kareumbi Masigit serta Gunung Syawal dan beberapa daerah lainnya termasuk di Halimun patut segera ditindak lanjuti oleh BBKSDA Jawa Barat dan menggiatkan patroli hutan,” ucap Ketua Dewab Daerah WALHI Jawa Barat, Jum’at (11/8/2022).

Dirinya menuturkan, terdesaknya satwa liar dan di lindungi bukan kali pertamanya dipergoki warga dan terekam kamera amatir di sejumlah kawasan, hal ini menunjukan keberadaan hutan sudah tak lagi terjaga dan habitatnya sudah terancam.

“Salah satunya kejadian belum lama ini, di Pangalengan nampak macan kumbang direkam kamera handphone, meskipun satwa di lindungi itu berhasil di halau dan masuk kembali ke dalam hutan,” Dedi Kurniawan, yang juga Ketua BP FK3I Jawa Barat.

Baca juga :  Bendungan Ciawi Dan Sukamahi Segera Diselesaikan

Ia mengatakan saat ini masyarakat sudah peduli dan mulai menghindari konflik dengan satwa liar dan di lindungi. “Saya pikir apresiasi bagi masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui edukasi sosialisasi serta pentingnya patroli bersama masyarakat,” katanya.

Pihaknya pun mendesak kepada BBKSDA Jawa Barat untuk segera mengantisipasi dan melakukan mitigasi konflik satwa liar dan di lindungi.

Satwa Liar Terdesak Masuk Perkebunan Warga 240

Sekedar diketahui, Macan Kumbang secara ilmiah acap disebut macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Pada dasarnya macan kumbang satu spesies dengan macan tutul Jawa, meskipun ciri-ciri fisik keduanya acap terlihat berbeda. Macan kumbang secara kasat mata berwarna hitam legam, sementara macan tutul memiliki totol-totol hitam pada tubuhnya yang oranye. (rsd)  klik VIDEO

Baca juga :  Pelaksanaan Desa Wisata Jangan Korbankan Kelestarian Hutan

Artikel Terkait :

Baca Artikel Aslinya

Kabar Terbaru