oleh

Rela Jadi Relawan, Wali Kota Sutiaji: YPAC Harus Berperan Aktif

-Berita-247 Dilihat

Malang, (malangkota.go.id) – Sesuai dengan ajaran semua agama, dalam hidup bermasyarakat hendaknya saling menghormati dan saling menghargai, tanpa dengan membedakan suku, agama, warna kulit maupun dari sisi keterbatasan secara fisik. Karena pada dasarnya Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Artinya, tidak ada yang sempurna di dunia ini dan yang mahasempurna hanya milik Allah SWT.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mendapat cendera mata dari pembina YPAC nasional, Imbari Kusuma Sembada, Selasa (23/8/2022)

Beberapa hal itu yang disampaikan dan ditekankan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dalam acara pertemuan nasional Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) seluruh Indonesia di Hotel Aria Gajayana, Selasa (23/8/2022) malam. Adapun tema yang diusung dalam gelaran ini, yaitu mengoptimalkan potensi organisasi dan bersinergi menjawab tantangan masa depan. Pertemuan ini diikuti 16 YPAC seluruh Indonesia dan 2 YPAC pembina ini akan berlangsung hingga Jumat, 26 Agustus 2022.

Terkait acara ini, disampaikan pria berkacamata itu, pihaknya selama ini telah memberi perhatian cukup besar bagi penyandang disabilitas. Seperti sarana prasarana, memberi perlakuan yang sama hingga memberi kesempatan bekerja di lingkungan Pemkot Malang. “Kota Malang merupakan kota yang ramah terhadap disabilitas, sehingga berbagai program pun kami gulirkan,” imbuh Sutiaji.

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemkot Malang itu mengimbau agar tidak memandang sebelah mata bagi para penyandang disabilitas. Karena di balik kekurangan secara fisik, pasti mereka mempunyai kelebihan dan bahkan tidak dimiliki oleh manusia normal. Dalam hal ini, Sutiaji mencontohkan Sadikin, warga Kelurahan Sawojajar yang tidak memiliki tangan. Tapi dia bisa melukis dengan kaki dan karyanya sudah mendunia.

Sesuai tema yang diusung dalam pertemuan nasional ini, Sutiaji pun berharap agar semua YPAC tetap bisa berkiprah dan berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga berbagai program dari pemerintah pun dapat terserap dengan optimal. Sebagai wujud perhatiannya yang besar bagi YPAC, Sutiaji mengaku siap menjadi relawan jika memang dibutuhkan dan memenuhi syarat pada akhir kepemimpinannya pada September 2023 atau awal 2024 nanti.

Sementara itu, pembina YPAC nasional, Imbari Kusuma Sembada, memberi apresiasi positif atas perhatian besar Wali Kota Malang bagi YPAC dan bahkan rela menjadi relawan nantinya. Perempuan berhijab ini pun mengajak semua pengurus YPAC untuk menyamakan visi dan langkah agar kedepan organisasi ini lebih baik lagi. (say/ram)