oleh

Refleksi Tahun 2022, Sutiaji Apresiasi Capaian Positif Kota Malang

-Berita-145 Dilihat

Malang, (malangkota.go.id) – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji bersama dengan Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko serta kepala perangkat daerah menggelar kegiatan refleksi tahun 2022 di Malang Creative Center (MCC), Rabu (28/12/2022). Kegiatan ini bertema ‘Sinergi dalam Kebersamaan, Fokus Tuntaskan Program Kerja 2023 Demi Kuatnya Kemandirian Kota Malang.’

Gelar kegiatan refleksi tahun 2022 di Malang Creative Center (MCC), Rabu (28/12/2022).

Sutiaji mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN dan Direktur BUMD yang sudah bekerja dengan sangat baik dalam mengimplementasikan program kerjanya sepanjang tahun 2022.

“Kami ucapkan ribuan terima kasih kepada semuanya, lurah, camat, kepala bidang, kepala perangkat daerah, serta Direktur BUMD yang insyaallah dalam satu frame menjalankan apa yang jadi titah kita semua. Apa yang menjadi visi misi saya dan pak wakil wali kota bisa diimplementasikan menjadi sebuah program yang golnya adalah memanusiakan manusia,” ujarnya.

Sutiaji juga menilai, tahun 2022 dijalani Kota Malang dengan cukup baik. Hal tersebut ditujukan dengan diraihnya berbagai penghargaan sebagai apresiasi terhadap indikator positif yang berhasil diraih Kota Malang. Sehingga berhasil meraih 31 penghargaan tingkat nasional serta 13 penghargaan tingkat provinsi se-Jawa Timur sepanjang tahun 2022.

Wujud dari keberhasilan Kota Malang di tahun 2022 juga ditunjukkan dengan adanya perbaikan dalam mayoritas indikator kinerja. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang yang meningkat ke angka 82,71. Hal itu menjadi indikator keberhasilan dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat. Selain itu, Indeks Modal Sosial serta Indeks Pembangunan Masyarakat juga meningkat.

Di sisi lain, angka kemiskinan di Kota Malang juga berhasil diturunkan di tahun 2022 ini sebanyak 0,25% dibandingkan tahun 2021 ke angka 4,37%. Hal ini menjadikan Kota Malang sebagai kota kedua terendah dalam tingkat kemiskinan di bawah Kota Surabaya. Selain itu, tingkat pengangguran juga berhasil diturunkan sebanyak 1,99% ke angka 7,66%. Hal ini tidak lepas dari berbagai intervensi program dan kegiatan yang dijalankan Pemkot Malang.

Meski begitu, Sutiaji juga mengingatkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di tahun 2023. Mulai dari pemenuhan target RPJMD, terutama pada indikator yang belum mencapai target 90%. Selain itu perlu juga untuk diperhatikan adalah penanganan isu strategis kota serta respons terhadap dinamika terkini.

Menjelang tahun 2023 nanti, Sutiaji dalam arahannya memberikan beberapa poin untuk menjadi perhatian. Pertama, perlunya untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan, perlunya fokus menuntaskan secara segera agenda pembangunan, dan perlunya bersikap kreatif dan inovatif. Sehingga mampu melahirkan birokrasi yang dinamis, akuntabel dan berdampak bagi masyarakat.

“Tingkatkan kepercayaan masyarakat. Sebab jika masyarakat percaya, maka nanti masyarakat akan menguatkan kita,” serunya.

Lebih lanjut, dia mengantisipasi hadirnya musim pesta demokrasi menjelang momentum pilpres dan pilkada serentak 2024, Sutiaji mengingatkan segenap pihak untuk berhati-hati demi meminimalisir terjadinya gesekan. (ayu/ram)