22 Mei 2022
oleh

Rakor Virtual Sub Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 se-Jawa Barat

-Berita-55 Dilihat

Rakor Virtual Sub Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 se-Jawa Barat

By Admin 12 Januari 2021 20 Views

KOTA BEKASI – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Bekasi mengikuti Rapat Koordinasi Sub Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 se-Jawa Barat secara virtual yang membahas strategi komunikasi dalam sosialisasi vaksinasi bagi masyarakat. Selasa, (12/01/2021). 

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) pada hari senin 11 Januari 2021 telah memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin COVID-19, yang pertama kali kepada vaksin CoronaVac, produksi Sinovac Biotech Inc., yang bekerja sama dengan PT. Bio Farma.

Sebelumnya, diperkuat dengan fatwa MUI nomor 02 tahun 2021 yang menyatakan bahwa vaksin CoronaVac yang diproduksi Sinovac suci dan halal, dan boleh dipergunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten. 

Keputusan tersebut menjadi penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat dan mendukung program vaksinasi COVID-19. Divisi Komunikasi Publik menginisiasi dan bekerjasama dengan Diskominfo Jabar menghelat rakor yang diikuti oleh Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. 

Divisi Komunikasi Publik, Perubahan Perilaku dan Penegakan Aturan Satgas Penanganan Covid-19 Daerah Jawa Barat yang diwakili oleh Khoirul Naim, Sekretaris Pol PP Jawa Barat menyampaikan laporannya terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Jawa Barat. Beliau juga menambahkan bahwa meskipun jumlah kasus yang masih terus bertambah setelah libur akhir tahun, pihaknya tidak henti-hentinya mensosialisasikan prokes dengan menerapkan 5M guna menekan penyebaran Covid-19 yang lebih banyak lagi dan pada akhirnya bermuara pada perubahan perilaku pada masyarakat. 

Ketua harian Covid-19 Jawa Barat, Daud Ahmad menyampaikan sambutannya. “Ada 97 ribu vaksin yang sudah didistribusikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan akan kita mulai lakukan vaksinasi pada lusa, tanggal14 Januari 2021. Ungkapnya. Lebih lanjut, beliau juga menambahkan bahwa tenaga kesehatan menjadi SDM pertama kali akan divaksinasi, selanjutnya Kepala Daerah, Pejabat Pemerintah serta influencer agar lebih meyakinkan masyarakat terhadap keamanan vaksin Covid-19. 

dr. Panji Hadisoemarto adalah narasumber pertama dalam rakor kali ini.  dr. Panji memaparkan terkait vaksinasi, mulai dari proses produksi, tahapan uji coba hingga sampai pada proses pemberian vaksin kepada masyarakat. Beliau juga menyampaikan tujuan dari vaksinasi ini adalah hurt imunity, namun demikian beliau menekannya bahwa vaksinasi tidak lantas menghilangkan Covid-19 tapi juga butuh usaha dari masyarakat agar terus menjaga 5M.

Narasumber kedua adalah Dilla Amran dari Staf Kepresidenan bidang Komunikasi Sosial Politik sekaligus sebagai Komite Penanganan Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Nasional. “Strategi Komunikasi kita kali ini, tujuannya agar masyarakat dapat menerima vaksinasi. ” Ungkapnya. Dilla juga menambahkan tagline dari Menteri Kesehatan yang harus disampaikan kepada masyarakat yaitu Aman, Imun, Prokes. 

Acara yang dimoderatori oleh Kadiskominfo Jawa Barat, Setiaji yang menghadirkan narasumber ketiga dan membahas program komunikasi di Jawa Barat, yaitu Santi Indra Astuti. Dalam materinya, disampaikan bahwa jangan sampai ada ruang informasi publik yang kosong sehingga dapat dimanfaatkan oleh penyebar berita bohong. Oleh karena itu peran dari Pemerintah dan berbagai pihak untuk menyampaikan informasi yang akurat terutama tentang vaksinasi yang akan segera digulirkan oleh Pemerintah. Melalui pendekatan lokal dan narasi tunggal serta kesamaan informasi akan lebih tersampaikan kepada masyarakat pentingnya vaksin dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19. (IF-PIP).

Tags : Rapat Koordinasi Sub Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 se-Jawa Barat

Sumber : Bekasikota.go.id

Kabar Terbaru