oleh

PSC 119 Kota Malang Peringati Hari Ulang Tahun Keenam

-Berita-174 Dilihat

Blimbing (malangkota.go.id) – Public Safety Center (PSC) 119 Kota Malang tahun ini genap berusia enam tahun. PSC 119 hadir untuk memberikan layanan kegawatdaruratan medis terpadu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2016. Menandai hari jadi PSC 119 Kota Malang ini Dinkes Kota Malang menggelar peringatan HUT ke-6 PSC Kota Malang di Hotel Atria,  Selasa (27/6/2023).

Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengapresiasi kinerja PSC 119 yang luar biasa, terlebih dalam penanganan pandemi Covid-19. “Terima kasih atas kerja PSC selama ini. Terima kasih atas kolaborasi dengan rumah sakit, semoga semakin dikuatkan,” ucapnya.

Pria berkacamata itu juga mengajak semua pihak untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain kesehatan jasmani, kesehatan secara rohani juga harus dijaga. Terlebih saat ini ada penyakit sosial dan psikologi mulai meningkat utamanya perkotaan, termasuk Kota Malang.

“Saya minta pada Dinkes untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Yang konsultasi di Kota Malang sudah terdata 600-an orang. Itu yang sadar kalau dirinya sakit, namun banyak juga yang tidak terbuka, sehingga banyak kejadian bunuh diri. Maka ini perlu kita tangani bersama, karena ini persoalan kita semua. Secara fisik sehat, tapi psikis dia sakit. Nanti kami minta datanya tidak hanya berbasis puskesmas saja tapi dari semua fasilitas pelayanan Kesehatan, sehingga kita lakukan treatment tertentu,” bebernya

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang dr. Husnul Muarif menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini juga hadir rumah sakit umum, klinik, PMI, dan relawan. Selain memperingati HUT ke-6 PSC 119, kegiatan ini juga sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi antarpihak terkait dalam rangka pelayanan kegawatdaruratan.

“Kami juga ingin menyinergikan kegiatan-kegiatan pra-rumah sakit sehingga nantinya bisa mengurangi angka kecacatan dan mortalitas. Kami sinergikan dalam Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang juga kita sinkronkan dengan Sistem Rujukan Terpadu (Sisrute). Alhamdulilah di Kota Malang, hampir 95 persen rumah sakit sudah menjalankan Sisrute,” terang Husnul.

Selain itu, Dinkes Kota Malang juga berkoordinasi dengan PSC di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Harapannya, SPGDT dapat berjalan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini, Dinkes Kota Malang juga memberikan penghargaan kepada rumah sakit penyelenggara SPGDT di Kota Malang yakni RSUD Saiful Anwar dan Rumah Sakit Hermina Tangkuban Perahu. (ari/yon)