oleh

Pola Penanganan Aksi Massa di Kota Malang Jadi Rujukan

-Berita-42 Dilihat

Surabaya (malangkota.go.id) – Saat Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Jawa Timur yang dilaksanakan di Surabaya, Selasa (6/11), kesigapan Forkopimda Kota Malang dan kekompakan warga Kota Malang dalam meredam dan mengatasi aksi massa pada tanggal 28 Oktober lalu mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat dan jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji berdialog dengan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman usai Rakor Ketertiban dan Keamanan di wilayah Provinsi Jawa Timur

Seperti diketahui sebelumnya, ada penggalangan massa di Kota Malang yang rencananya akan menggelar aksi bela tauhid dengan bergerak secara bersamaan dari titik kumpul di Masjid Jami’ Kota Malang menuju Balai Kota Malang.

Menyikapi hal ini, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, Komandan Korem Bagus Suryadi Tayo, Dandim Kol. Inf. Nurul Yakin, Kapolres Malang Kota AKBP. Asfuri, SIK beserta pemuka agama dan tokoh masyarakat Kota Malang turun langsung untuk memberikan pengertian kepada massa yang sudah berkumpul. Akhirnya setelah diberikan penjelasan rencana aksi ini urung digelar dan massa akhirnya membubarkan diri dan kembali ke daerahnya masing-masing.

“Sebagai tuan rumah, mereka sudah kita sambut dan dipersilahkan pula salat Subuh berjamaah. Namun untuk kegiatan aksi, karena tidak terkait dengan Kota Malang yang sudah kondusif, lebih-lebih hal itu (permasalahannya) telah diproses aparat, maka tidak bijak ditarik-tarik ke daerah lain. Makanya warga Malang menolak dan mempersilahkan aksi dibubarkan,” ungkap Wali Kota Malang Sutiaji menanggapi pola penanganan aksi di Kota Malang yang dijadikan rujukan.

Seperti diutarakan Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Lucky Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, apa yang berlangsung di Kota Malang dapat dijadikan model. “Itu tidak lepas dari kekompakan elemen yang ada di daerah yang semuanya berkehendak untuk meredam dan menyadari aksi-aksi massa berlebih sesungguhnya kontra produktif,” jelas Pangdam Arif Rahman.

Sementara itu Kapolda Lucky Hermawan menjelaskan jika tradisi dan kegiatan cangkrukan antara Forkopimda dengan tokoh masyarakat pada tiap-tiap daerah hingga lingkungan akan terus digalakkan. (say/yon)

Kabar Terbaru