oleh

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Harus On The Track

-Berita-124 Dilihat

Blimbing (malangkota.go.id) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menggelar Rapat Koordinasi Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Malang di Grand Mercure Hotel, Selasa (6/6/2023). Rakor Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Malang ini dihadiri juga oleh perwakilan dari PT Petrokimia Gresik, kelompok tani serta perwakilan kios-kios pengecer pupuk dan pestisida.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi memberikan arahan Rakor Tim Komisi KP3

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi, SP menyampaikan pihaknya menyelenggarakan pertemuan ini untuk menguatkan dan meningkatkan koordinasi dalam pengawasan distribusi pupuk bersubsidi serta menjamin ketersediaan dan distribusi pupuk dan pestisida di pasaran.

“Semuanya agar terjamin keasliannya, tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

Melalui pertemuan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi, pemalsuan pupuk dan pestisida, juga beragam kecurangan atau pelanggaran lain di wilayah Kota Malang. Maka dalam pertemuan ini, peserta juga dibekali dengan pengetahuan terkait peraturan dan hukum kaitannya dengan distribusi pupuk bersubsidi kepada para petani.

Sementara itu Staf Ahli Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Drs. Alie Mulyanto, MM mewakili Wali Kota Malang yang berhalangan hadir menuturkan bahwa melalui pertemuan ini pihaknya berharap pupuk bersubsidi tidak akan disalahgunakan keberadaanya oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga bisa merugikan kepentingan petani dan keuangan negara.

“Ini dalam rangka untuk mengamankan kita semua. Ini butuh kerja sama kita semua, baik dari baik dari pemerintah, produsen, distributor, kelompok tani dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pertanian. Maka insyaallah baik petani maupun masyarakat Kota Malang akan sejahtera. Harapannya, kita bisa on the track dalam pelayanan penyaluran pupuk bersubsidi,” bebernya.

Dengan kolaborasi berbagai pihak diharapkan ketersediaan pupuk dan pestisida dapat terjamin dengan harapan para petani bisa mengolah lahan, menanam dengan baik, sehingga dapat meningkatkan produksi sehingga kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara optimal.

Untuk diketahui, bahwa penyaluran pupuk bersubsidi jenis UREA hingga bulan April 2023 sudah terverifikasi sebanyak 160,85 ton atau 30 persen dari alokasi total tahun 2023 sebesar 544 ton. Sementara untuk pupuk NPK yang dialokasikan sebanyak 470 ton telah direalisasikan sekitar 20 persen yakni sekitar 93,9 ton. Dengan data serapan seperti ini, produsen menilai kebutuhan di tingkat petani masih tercukupi dan aman. (ari/yon)