oleh

Pengrajin Coet Ingin Mandiri Ekspor Produk Unggulan

-Berita-297 Dilihat

Pengrajin Coet Ingin Mandiri Ekspor Produk Unggulan 239

BERITA BOGOR – Pengrajin Coet asal Desa Bojong Koneng bangga lantaran hasil karyanya terjual hingga ke Asia Tenggara. Pengrajin berkeinginan dapat bimbingan dari Pemerintah Kabupaten Bogor guna meningkatkan pemasaran dan ekspor produk tanpa melalui perantara.

Coet atau Cobek yang dikenal dengan sebutan ulekan, merupakan salah satu peralatan dapur untuk menghaluskan bumbu – bumbu dengan cara di ulek. Peralatan dapur tradisional ini pada umumnya terbuat dari batu alam dengan keahlian khusus menggunakan pahat baja dan palu.

“Tinggal di Desa, Rejeki Kota dan Bisnis Mendunia,” Ridwan Kamil.

Salah seorang pengrajin yang sudah turun temurun, Ajit (57) warga Kampung Cigarungsang RT 05/05 Dusun 3, mengaku bangga karena Coet buatannya sudah dipasarkan hingga keluar negeri, meskipun bukan dirinya yang mengekspor secara langsung. “Coet ini sudah sampai ke Singapura dan Taiwan juga, di ekspor sama orang Jakarta,” ucapnya, Kamis (11/8/2022) pagi.

Baca juga :  Kader Posbindu PTM Layani Pemeriksaan Deteksi Dini Kesehatan Pelajar SMAN 1 Babakan Madang

Sejak usianya masih 15 tahun, Ajit sudah menekuni cara pembuatan Coet yang menggunakan bahan dasar batu alam. “Sebagian warga disini sudah turun temurun bikin Coet, sejak jaman kakek buyutnya sampai sekarang,” katanya.

Dirinya mengatakan, untuk harga Coet ukuran kecil dijual Rp 15 Ribu, untuk ukuran sedang Rp 60 Ribu, dan ukuran yang besar diameter 60 centimeter Rp 250 Ribu. “Dibantu tiga anak muda disini bisa bikin 200 Coet ukuran besar, kalau ukuran sedang 250 Coet, dan 300 Coet ukuran kecil dalam kurun waktu satu bulan,” kata Ajit.

Sementara, Sekretaris Desa Bojong Koneng, Suganda, berharap ratusan Pengrajin Coet yang tersebar di Kampung Tapos Cibingbin dan Cigarungsang dapat berkembang dan meluas pemasarannya. Coet asal Desa Bojong Koneng merupakan potensi unggulan desa yang memiliki kualitas baik dan sudah cukup dikenal.

Baca juga :  Petugas Tutup Warung Miras Oplosan di Citaringgul

“Saat ini Karang Taruna Desa Bojong Koneng sedang menjajaki legalitas UKM khususnya Pengrajin Coet, diharapkan nantinya akan mendapat pembinaan dan pelatihan dari dinas terkait,” harap Suganda.

Dihubungi, Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Yudi Taufiq mengatakan, sebagai pelaku usaha kecil menengah diperlukan kemampuan inovatif sehingga produk yang hasilkan berbeda dan lebih menarik dengan produk lainnya. Disamping itu perlunya bimbingan dan pelatihan, termasuk bagaimana solusi mempromosikan produknya agar produk tersebut lebih dikenal.

Pihaknya memberikan pembinaan kepada pelaku usaha kecil baik yang sudah memiliki legalitas maupun belum. “Kami juga memfasilitasi pengrajin untuk leglitasnya dengan cara bersurat kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor,” tutupnya. (bili)

Baca juga :  Persoalan Banjir Cijayanti Akhirnya Dibahas

Artikel Terkait :

Baca Artikel Aslinya