oleh

Pemkot Malang Gelar Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2019

-Berita-357 Dilihat

Klojen (malangkota.go.id) –Pemerintah Kota Malang menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 di halaman depan Balai Kota Malang, Kamis (2/5/2019). Pada upacara kali ini Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji bertindak sebagai inspektur.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji membacakan sambutan Mendikbud RI saat upacara peringatan Hardiknas 2019 yang digelar di halaman depan Balai Kota Malang, Selasa (2/5/2019)

Dalam sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan RI yang dibacakan oleh Wali Kota Malang, disampaikan bahwa peringatan Hardiknas tidak lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara.

Beberapa diantara pandangan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah ‘Panca Dharma’ yaitu bahwa pendidikan perlu beralaskan lima dasar yaitu kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Kedua yakni ‘Kon-3’ yaitu bahwa penyelenggaraan pendidikan harus berdasarkan asas kontinuitas, konvergensi, dan konsentris, dalam arti proses pendidikan perlu berkelanjutan, terpadu, dan berakar di bumi tempat dilangsung-kannya proses pendidikan.

Dan yang ketiga adalah ‘Tri-Pusat Pendidikan’ yaitu bahwa pendidikan hendaklah berlangsung di tiga lingkungan, yang kita kenal dengan nama tripusat, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang saling berhubungan simbiotis dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

“Gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut adalah dasar acuan visi Presiden RI Joko Widodo di bidang pendidikan. Dalam visi Presiden, masa depan Indonesia adalah sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang memiliki karakter atau budi pekerti yang kuat, serta menguasai berbagai bidang ketrampilan hidup, vokasi dan profesi abad 21,” urai Sutiaji membacakan sambutan Mendikbud.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Pemerintah bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial. Dalam tataran konseptual, sekarang sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fundasi dan ruh pendidikan nasional. Untuk itu pembentukan karakter harus dimulai dan menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar (basic education).

Kemudian untuk jenjang pendidikan lebih lanjut harus kondusif bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin. Memungkinkan peserta didik membekali dirinya dengan keterampilan dan keahlian yang berdaya kompetisi tinggi, yang dibutuhkan dunia abad 21 hanya dengan karakter yang kuat dan kemampuan berdaya saing tinggilah peserta didik masa kini akan sanggup membawa bangsa Indonesia berdiri dengan tegak di antara bangsa-bangsa maju yang lain di masa yang akan datang.

Wali Kota Malang Sutiaji juga menyatakan bahwa melalui peringatan Hardiknas tahun 2019 yang mengambil tema ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’ ini diharapkan dapat terjalin hubungan erat pendidikan dan kebudayaan Kota Malang dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai & pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya SDM yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

“Izinkan saya menyampaikan penghargaan & penghormatan setinggi-tingginya kepada para insan pendidikan dan kebudayaan di seluruh penjuru negeri, terutama para pendidik dan para siswa di Kota Malang yang tak lelah menjalani mimpi, memberikan aspirasi, serta membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya,” jelas Sutiaji.

Tema Hardiknas kali ini berkaitan erat dengan fenomena dunia yang berubah sangat cepat dan menuntut kualitas semakin tinggi. Dikarenakan telah hadirnya revolusi industri 4.0 yang telah mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar serta mampu mempengaruhi cara berfikir, berperilaku, dan karakter. Untuk itu, peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa yang kuat ditengah perubahan global yang bergerak cepat. (hms/yon)