oleh

Pemkot Malang Dukung Program Pokja Menuju Kota Inklusif APEKSI

-Berita-130 Dilihat

Lowokwaru (malangkota.go.id) – Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Menuju Kota Inklusif menggelar forum konsolidasi di Hotel Santika Kota Malang, Selasa (28/2/2023). Forum konsolidasi yang mengusung tema ‘Pengarusutamaan Pusat Ketenagakerjaan Inklusif atau Inclusive Job Center Untuk Pemerintah Kota’ ini melibatkan Bappenas, BPJS Ketenagakerjaan dan pegiat disabilitas.

Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso (kiri memegang mik) menyampaikan sejumlah program Kota Malang terkait pemberdayaan kaum disabilitas

Wali Kota Metro, Provinsi Lampung, dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG (K) selaku Ketua Pokja Menuju Kota Inklusif mengatakan bahwa forum ini beranggotakan 28 daerah dan ada enam daerah yang diundang secara virtual. Ke depan, pihaknya berharap semua kota di Indonesia yang berjumlah sekitar 98 kota bisa bergabung menjadi anggota pokja. “Konsolidasi ini membahas sejumlah isu strategis, seperti bagaimana memberi perhatian dan perlindungan sosial bagi disabilitas,” ujarnya.

Maka pokja ini membentuk unit layanan disabilitas berupa inclusive job center yang nantinya akan menjadi pintu masuk bagi para penyandang disabilitas untuk berkarya. Di dalamnya ada pembinaan, pembimbingan dan pelatihan kepada supply dan demand atau bagi pencari dan penerima kerja. “Hasil dari konsolidasi ini merekomendasi rencana aksi kerja bagi setiap daerah,” imbuh Wahdi.

Lebih jauh Wahdi mengatakan yang terpenting adalah data. Jangan sampai tidak ada data, karena penting sekali. Dari beberapa pengalaman, best practice dari beberapa teman-teman kita, mitra kita termasuk dari mitra sehati, kota kita, kemudian ada juga mitra netra dan sebagainya.

“Varian-varian itu saya kira masukan buat kita bagaimana kita nanti membentuk action plan. Dari perencanaannya, apa yang mau kita kerjakan, studi-studi tadi berdasarkan ini termasuk juga pengalaman, sehingga memunculkan action plan yang baik dan juga dalam hal ini timing schedule-nya juga bagus,” urainya.

Dalam forum ini juga membahas pemberdayaan kaum disabilitas dari hulu. Misalnya bagaimana membentuk sumber daya manusia yang hebat guna menguatkan program Indonesia emas tahun 2045. Pembahasan juga terkait bagaimana mengatasi stunting untuk mempersiapkan generasi bangsa sejak dini atau mulai prakonsepsi. Seperti seribu hari pertama kehidupannya, 8.000 hari pertama kehidupan remaja dan saat memasuki usia dewasa.

Hal tersebut diamini oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, ST, MT yang hadir mewakili Wali Kota Malang. Menurutnya, program ini sangat bagus dan semua wali kota di Indonesia harus memberikan dukungan agar hasilnya juga maksimal. “Kami dari Kota Malang sudah barang tentu akan memberikan support sepenuhnya, karena program ini sangat positif,” ungkapnya.

Terkait program ini, disampaikannya selama ini pada dasarnya Pemkot Malang sudah menjalankannya.. Namun ke depan wadah dan sarana prasarana bagi kaum disabilitas ini akan lebih dimaksimalkan lagi. “Kita tidak bisa dan tidak boleh memandang seseorang itu hanya dari keterbatasan secara fisik. Karena di balik kekurangan pasti ada kelebihan yang bisa digali potensinya,” tegasnya.

Erik mencontohkan, Kota Malang telah menjalankan Musrenbang Tematik yang di dalamnya untuk kaum disabilitas, sehingga apa yang menjadi permasalahan, saran dan kritik dapat terwadahi oleh Pemkot Malang.

Di sisi lain, Dinsos P3AP2KB Kota Malang juga telah memberikan perhatian lebih, seperti halnya pendampingan, penyaluran bantuan hingga sejumlah pelatihan. “Dari berbagai langkah ini maka kaum disabilitas lebih berdaya,” pungkasnya. (say/yon)