oleh

Pelantikan IDI, Sekda Kuningan: Mari Bersinergi, Keselamatan Pasien Harus Diutamakan

-Berita-157 Dilihat

KUNINGAN – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merupakan mitra strategis pemerintah untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mari kita bersinergi bahwa keselamatan pasien harus diutamakan. Hal tersebut disampaikan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Sekda Kabupaten Kuningan, pada acara Pelantikan IDI Cabang Kuningan masa Bhakti 2022-2025. Bertempat di Grand Cordela, Sabtu (22/7/2023).

Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyampaikan, melalui pelantikan pengurus ini agar mampu memajukan profesi Dokter di Kabupaten Kuningan, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Selamat kepada seluruh pengurus, semoga dapat menjalankan tugasnya dengan penuh amanah sejalan dengan motonya “IDI Kuningan, Makin Solid, Makin Tangguh.”

“Kami Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi atas kerja keras para tenaga kesehatan, utamanya para dokter yang tanpa mengenal lelah dan waktu mengabdikan diri untuk menjadi benteng pertahanan kesehatan masyarakat, terutama saat dihadapkan Pandemi Covid-19, yang saat ini memasuki Endemi. Meskipun begitu, harus tetap waspada, belum lagi dengan adanya virus-virus lainnya,” jelasnya.

Usai pelantikan Ketua IDI Cabang Kuningan, Dr. dr. H. Asep Hermana, Sp.B, FINACS, MM, mengatakan bahwa IDI akan memberikan penguatan dan kontribusi pada anggotanya untuk meningkatkan kompetensinya. Bagaimana kita melayani anggota agar dalam melakukan praktek-praktek kedokteran bisa aman, nyaman, dan berdaya guna. Dan bisa hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kemanfaatan.

“Berbanggalah dengan organisasi besar kita. Berdirilah dalam satu komando, percayalah organisasi sebesar IDI pasti membuat strategi yang terbaik untuk semua, dengan lebih meningkatkan IDI semakin solid dan tangguh,” ajak dr. Asep Hermana.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Jawa Barat, DR. Eka Mulyana, SP.OT(K).FICS, SH, MH, Kes., dalam arahannya, dokter memiliki sumpah dan kode etik dokter Indonesia dengan standarnya, untuk itu dokter dalam menjalankan profesinya harus dikuatkan.

Dia juga mengingatkan bagaimana anggota IDI Kuningan yang anggotanya mencapai sekitar 300 dokter untuk tetap memiliki loyalitas pada organisasi, tak lepas dari badai yang menghadang agar bisa menyikapinya. Diperumpamakan ketika ada tikus di rumah, jangan sampai rumahnya yang di bumi hanguskan.

Pada acara pelantikan ini digelar Seminar Acute Coronary Syndrome “How to defeat the ticking bomb” dengan Speaker dr. Sanggam Sinambela, Sp.J(K), FIHA, Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah, dan Moderator dr. Arief Taufiqurrahman, Sp.JP, FIHA. (IKP/DISKOMINFO)