oleh

Pelajar Sukamalmur Pulang Pergi Sekolah Jalan Kaki

-Berita, Utama-305 Dilihat

Pelajar Sukamalmur Pulang Pergi Sekolah Jalan Kaki 231

BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memang memiliki program Bogor Cerdas dalam ‘bingkai’ Pancakarsa yang digembar-gemborkan hampir seluruh kalangan aparatur pemerintahannya.
Namun, program yang tak ubahnya sebuah produk copy paste dalam 26 penciri Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju, yang juga pernah digaungkan Bupati Bogor sebelumnya itu, tak lebih dari
sebuah slogan belaka.
Buktinya, hingga saat ini masih banyak ketimpangan yang terjadi di masyarakat.
Tak hanya soal pembangunan, tapi juga soal pendidikan. Padahal, Pancakarsa yang kerap dicirikan dengan lima jari itu, diklaim sebagai program yang saling berkesinambunga dengan satu tujuan, yakni kesejahteraan masyarakat.
Seperti dapat dilihat dari kondisi anak-anak di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Meski wilayah ini kerap dibanggakan sebagai salah satu lumbung padi dan memiliki potensi wisata alam yang menakjubkan, tapi bicara soal infrastruktur dan pendidikan, masih jauh dibawah wilayah-wilayah lain di Bumi Tegar Beriman.
Ketimpangan pembangunan pun kian terasa setelah melihat para anak sekolah dasar disana yang masih harus berjalan kaki demi menggapai ilmu pendidikan. Di zaman era globalisasi 4.0 sekarang ini, para penuntut ilmu disana dipaksa harus rela berjalan kaki hingga berkilo-kilometer hanya untuk mencapai sekolah.
Mirisnya, hal ini diakui sudah menjadi pemandangan biasa khususnya bagi warga di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur. Kaki-kaki mungil itu tampak begitu lincah menapaki jalan aspal yang membelah persawahan, kebun dan hutan.
Saat ditanya, Siti salah seorang pelajar SDN Sukaharja mengaku, aktifitas berjalan kaki ini sudah terbiasa. 
ia lakukan sejak pertama kali mengenyam pendidikan. Tak adanya moda transportasi menjadi penyebab utamanya.
“Kalau pulang sekolah, ramai-ramai sama teman-teman. Mereka juga jalan kaki lewat pinggir jalan,” ucap Siti seraya menggandeng adiknya yang masih duduk di kelas 1 saat ditemui Rakyat Bogor, Selasa (14/12/2021).
Senada, Debby, pelajar lainnya asal Kampung Gunung Batu Tiga juga menuturkan, hampir setiap hari, baik itu pagi hari maupun siang, banyak anak sekolah dasar yang berjalan kaki bersama rekan-rekannya. “Disini sudah biasa mereka jalan kaki ketika berangkat dan pulang sekolah,” ujarnya.
Kondisi kian mengenaskan jika hujan melanda. Diakui Debby, bila hujan mereka pun terpaksa memayungi diri masing-masing dengan menggunakan daun pisang yang mudah didapat dipinggir jalan.
Debby yang sudah beranjak dewasa ini berharap, program pembangunan yang digaungkan Pemkab Bogor bisa menyentuh wilayah tempat tinggalnya, agar para anak sekolah di kampungnya bisa dengan mudah menggapai sekolah tempat mereka menuntut ilmu.

Artikel Terkait :

Baca Artikel Aslinya