oleh

Orangtua Prihatin Belajar Kelompok Dirumah Dengan Fasilitas Minim

BERITA BOGOR – Pelajar Sekolah Dasar (SD) sudah terbiasa pembelajaran jarak jauh melalui dalam jaringan (Daring). Sementara program belajar melalui televisi terkemdala sinyal buruk. 

Orangtua Prihatin Belajar Kelompok Dirumah Dengan Fasilitas Minim 233

Orangtua pun prihatin, belajar kelompok dengan fasilitas minim. 

Pelajar kelas 3 SDN 04 Karangtengah, Siti mengaku senang belajar kelompok bersama teman – teman dirumah. Setiap hari Guru kelas tiada mengenal lelah menyampaikan informasi materi pelajaran melalui daring kepada anak didiknya. 

“Ibu Guru selalu kasih soal pelajaran untuk belajar kelompok tiap hari ke HP punya bapak, terus bapak langsung kasih tau ke Siti kalau ada tugas dari Ibu Guru. Siti kerjakan sama teman satu kelompok di rumah teman,” ujar Siti usai belajar kelompok dirumah Eva,  Rabu (03/02/2021) 

Baca juga :  51 Pesantren di Bogor Lolos One Pesantren One Product

Ditempat yang sama, Eva, teman sekelas Siti mengungkapkan keinginannya untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, akan tetapi semua itu hanya menjadi kerinduan tersendiri bagi dirinya. “Enakan masuk sekolah bisa kumpul belajar dikelas sama teman – teman, terus bisa tanya ke Ibu Guru kalau ada pelajaran yang susah,” ungkapnya Eva. 

Sementara, Orangtua Eva, Emah (51), mengaku prihatin melihat kondisi pembelajaran jarak jauh yang di alami anaknya selama lebih kurang selama satu tahun lamanya.  Ia berharap pemerintah menggulirkan solusi yang lebih efektif supaya kualitas belajar lebih baik walau pandemi Covif-19. 

“Jujur aja saya yang tidak lulus SD belum bisa mendampingi anak – anak belajar dirumah. Mereka belajar sendiri, kadang saya malu ketika anak bertanya tentang soal karena saya tidak bisa menerangkannya,” imbuh Emah, warga Karangtengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 

Baca juga :  Waspada Penyebaran Virus Novel Coronavirus

Kalau siaran program belajar di TV, kata Emah, saya ga punya TV lagi pula disini sinyal TV buruk. “Hp saya aja butut ga bisa browsing internet, cuma bisa telpon sama watsap aja. Itu juga kalo ada duit buat beli kuota paceng (paket chating). Katanya pemerintah mau bantu kuota buat pelajar tapi kok ga ada ya?,” ungkapnya. 

Sementara, saat dikonfirmasi melalui selular, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna Spd, MM, belum menyampaikan tanggapannya. 

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memastikan proses pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa diterapkan pada bulan Februari 2021. Penundaan kegiatan pembelajaran tatap muka ini karena kasus penularan virus corona belum membaik. Pihaknya memutuskan untuk tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh pada Februari ini, sesuai arahan pemerintah pusat. (bili) 

Baca Artikel Aslinya

Kabar Terbaru