oleh

Nguri Uri Budaya Bersih Desa di Kelurahan Dinoyo

-Berita-178 Dilihat

Malang, (malangkota.go.id) – Sebuah tari tradisional, yakni Tari Ganong membuka acara bersih Desa di halaman Kelurahan Dinoyo, Kota Malang, Senin (29/8/2022). Salah satu kearifan lokal masyarakat ini digelar setiap tahunnya mengandung makna dan maksud yang mulia.

Tari Ganong membuka acara bersih Desa di halaman Kelurahan Dinoyo

Lurah Dinoyo, Dwi Hermawan Purnomo, S.STP menyampaikan bahwa dua tahun ini, bersih desa diadakan secara sangat sederhana karena pandemi. Tahun ini mulai diadakan lebih meriah dengan tetap ada pembatasan jumlah peserta dan pelaksanaan protokol kesehatan.

“Tahun ini antusiasme masyarakat sangat tinggi. Karena memang selama dua tahun ini sepi hiburan, jadi masyarakat kangen hiburan. Dengan kegiatan bersih desa ini sebagai wadah untuk memberi apresiasi pada mereka untuk mengaktualisasikan diri. Di wilayah kita ada beragam kesenian tradisional seperti bantengan, reog, jaranan, caplokan. Di sini banyak. Jadi saat bersih desa ini mereka ingin tampil,” ungkap Dwi.

Pria ramah ini juga menuturkan bahwa pihak kelurahan juga mengizinkan jika warga ingin menyelenggarakan pertunjukkan kesenian di setiap RW, mengingat tidak semua bisa terakomodir salam gelaran ini. Namun demikian, lurah mengingatkan untuk selalu waspada dan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

“Dengan bersih desa khususnya di wilayah ini diharapkan agar Dinoyo jauh dari bahaya, selalu aman dan tenteram, masyarakatnya sejahtera dan rukun,” tutur Dwi.

Lebih lanjut, pria berkaca mata ini menguraikan bahwa bersih desa ini dilakukan dengan melakukan kirab terutama untuk benda pusaka peninggalan leluhur warga asli Dinoyo, yang merupakan pembuka lahan pertama di wilayah Dinoyo, yakni Eyang Aji Singo Menggolo.

“Kirab budaya dengan diikuti oleh warga start di kantor kelurahan ini menuju makam Eyang Aji Singo Menggolo, yang babat alas tanah Dinoyo. Ada tujuh pusaka yang dibawa hari ini. Ada dua tombak dan lima keris peninggalan Eyang Aji. Nanti yang membawa adalah para keturunan dari Eyang Aji. Nanti di makam juga akan ada atraksi budaya yang ditampilkan,” urainya. (ari/ram)