oleh

nDalem Djojokoesoeman, Bangunan Cagar Budaya Dengan arsitektur Indah

-Berita-51 Dilihat

nDalem Djojokusoeman merupakan salah satu bangunan peninggalan Kraton surakarta yang masih dilestarikan sampai sekarang. Rumah dengan arsitektur jawa ini, menjadi salah satu bangunan yang dimiliki pemerintah kota Surakarta sejak tahun 2016. Pembangunan nDalem ini, dimulai dengan Pendirian saka guru pada tahun 1878 yang ditandai dengan Candra Sangkala “Resi Sapta Ngandikani Ratu”. Awal mula dimiliki oleh BKPH Kusuma Broto (Putra Paku Buwono X) sehingga di dalam prasastinya dinamakan Ndalem Kusumabratan.

Pada tahun 1938 kepemilikan beralih ke BKPH Joyoningrat (Putra Paku Buwono IX) dengan melakukan penambahan bangunan paviliun sisi timur ditandai dengan penambahan marmer di dinding lorong penghubung dengan Dalem Agung. Kemudian, pada tahun 1953 ndalem ini ditempati oleh BKPH MR Joyokusumo (Putra Paku Buwono X). Tahun 1965, Ndalem Joyokusuman dijual kepada R. Ng. Malkan Sangidoe dan dihuni pada tahun 1966 setelah banjir yang melanda Surakarta.

Lalu pada tahun 1970, Ndalem Joyokusuman ditempati oleh Endar anak dari R. Ng. Malkan Sangidoe. Pada tahun 2016 resmi menjadi aset Pemerintah Surakarta dan Saat ini Ndalem Joyokusuman digunakan sebagai pusat pengembangan budaya. Ndalem Joyokusuman menjadi  Salah Satu Destinasi Baru Di Kota Solo. berlokasi di Gajahan, Pasar Kliwon, Solo,  tepatnya disebelah timur 100 meter dari Kantor Kelurahanan Gajahan, alamat  nDalem juga bisa diakses di google map dengan kata kunci “Dalem  Joyokusuman”.

nDalem Djojokoesoeman saat ini difungsikan sebagai rumah kebudayaan serta sebagai cagar budaya juga menjadi salah satu destinasi wisata bagi pelancong lokal maupun mancanegara. Destinasi ini terdapat beberapa bagian di dalamnya, seperti pendhapa, taman, kolam, serta beberapa ruangan yang nantinya dapat dijadikan tempat singgah untuk tamu yang datang. Dalam beberapa acara tertentu, wisatawan dapat menikmati alunan musik gamelan dan dapat juga ikut serta memainkannya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Drs. Agus Santosa mengungkapkan bahwa: “ nDalem Joyokusuman diperuntukkan untuk Pelayanan event/pergelaran budaya baik oleh Pemerintah maupun pihak swasta, pameran kebudayaan maupun pameran umum, tempat pelatihan seni untuk masyarakat, persewaan gedung/penginapan, Laboratorium budaya, Promosi”. “Berdasarkan Peraturan Walikota Surakarta Nomor 27 C Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta. Ndalem Joyokusuman sebagai Pelestarian Cagar Budaya Pengelolaannya pada Dinas Kebudayaan Kota Surakarta”. Beberapa event  di Kota Surakarta pernah diselenggarakan di tempat ini diantaranya: seperti Semarak Budaya Indonesia dan Semarak Jenang Sala. Dengan harapan, masyarakat luas dapat mengetahui keberadaan cagar budaya yang terhitung baru yang ada di Kota Surakarta.

Sebagai bangunan cagar budaya, nDalem Joyokusuman memiliki beberapa nilai penting yaitu: menjadi nilai penting dalam perkembangan Kota Surakarta sebagai Kota Kerajaan Masa Mataram islam, Memiliki cri khas sebagai nDalem Kepangeranan yang mengandung nilai arsitektur, estetika dan filosofi tinggi, nDalem Pangeran memiliki pengertian sebagai tempat tinggal priyayi, kerabat raja sekaligus untuk membantu melestarikan budaya Jawa,serta sebagai unit primer urban yang menyusun struktur kota lama seperti keraton, alun-alun, masjid dan pasar. Pengakuan terhadap nDalem Pangeran diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap pelestarian morfologi pola ruang arsitektur.

Kabar Terbaru