oleh

Monitoring Penyelenggaraan Angkutan (Mudik) Lebaran Tahun 2022/1443 H

-Berita-84 Dilihat

KUNINGAN,- Dalam rangka mewujudkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat melalui upaya peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh masyarakat di wilayah kabupaten kuningan khususnya pada musim angkutan lebaran tahun 2022/1443 H. Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui  Dinas Perhubungan melaksanakan kegiatan monitoring bersama Jajaran Forkopimda Kabupaten Kuningan, Kamis (28/04/2022).

Di mulai dengan Titik kumpul di Halaman Setda Kabupaten Kuningan, Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH.,MH, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, SE, Dandim 0615/Kuningan Letkol CZI David Nainggolan, ST, Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda  S.I.K, M.Si Kepala Dinas Perhubungan Kab.Kuningan H. M. Mutofid, SH, MT, Kalak BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana, S.STP serta undangan lainnya bersama sama berkeliling memonitor sejumlah tempat di antaranya yaitu Pos Pam Lebaran serta memantau arus lalu lintas pada jalur rawan kecelakaan dan ruas titik-titik jalan dengan tingkat kepadatan tinggi dan kemudian berakhir di Terminal Tipe A Kertawangunan untuk melihat hilir mudik Angkutan Bus yang mengangkut dan menurunkan Pemudik.

Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan para pemudik harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab meski jumlah kasus Covid-19 terus mengalami penurunan, masyarakat tidak boleh lengah agar tidak terjadi penambahan kasus. “Pemerintah sekarang membolehkan mudik, tapi dengan syarat harus booster. Maka kalau masuk Kabupaten Kuningan, belum booster, harus booster dulu,” kata Bupati.

Dikatakan Bupati Acep, menjelang dimana besok sudah masuk hari libur sehingga mungkin arus mudik apakah sudah semuanya ataukah masih ada yang tersisa yang dimungkinkan hari ini mau melaksanakan mudiknya.

“ Kami bersama pemerintah daerah sedang mempersiapkan diri untuk memantau sehingga semuanya menjadi nyaman, lancar, pada saat pelaksanaannya dan ternyata alhamdulilah kesiapsiagaan kami semua sudah maksimal, sudah cukup baik, posko induk, posko gatur, posko-posko kecil semua sudah kita persiapkan termasuk dengan personalnya, jadi sekali lagi kepada seluruh masyarakat yang mau ke kuningan yang sudah berada di kuningan, jangan khawatir yang penting ayolah kita lebih mengedepankan suasana kebersamaan, kesabaran untuk supaya semuanya bisa menjadi lancar berlalu lintas yang baik, yang sopan, tidak berebut, dan juga menyebrang jalan minta diseberangkan oleh petugas, itu juga salah satu pelayanan dari kami, termasuk vaksinasi juga kami sediakan, yang apabila menjelang buka puasa belum ada makanan insya allah kami juga di beberapa titik menyediakan posko-posko takjil” Terang Bupati Acep.

Selain itu Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda, S.I.K. akan mengerahkan ratusan personil yang akan disebar di seluruh wilayah hukum Polres Kuningan. Terutama di tempat tempat rawan kemacetan maupun Kejahatan.

“Ada sekitar 48 pos pantau yang akan kita siapkan jelang arus mudik tahun ini. Posko-posko sudah mulai dibangun di beberapa tempat. Kami pun mengecek sarana dan prasarana yang akan digunakan. Ada 423 anggota Polri yang akan kami tempatkan,” jelas Kapolres Kuningan AKBP DHany Aryanda, S.I.K melalui Kasi Humas Iptu Sukarno.

Dari 48 posko tersebut terdiri dari 1 pos terpadu, 1 pos pelayanan, 5 pos pengamanan dan 41 pos gatur yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis misalnya di Tugu Ikan Sampora, Perempatan Bojong, Taman Cirendang, Taman Kota, Terminal Ciawigebang dan tempat lainnya.

“Untuk lebih menguatkan kembali nanti kita akan melaksanakan dan mengundang instansi terkait untuk rapat lintas sektoral bersama dinas lainnya,” ujar IPTU Sukarno.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Dadang Supriadi mengatakan, selain mendirikan posko, pihaknya pun sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas bila terjadi kepadatan saat arus mudik atau balik.

“Untuk antisipasi kepadatan arus mudik, nantinya akan di tempatkan personil di titik-titik trouble spot di jalan utama menuju Kuningan,” ujar Kasat.

Untuk ganjil genap, kata Kasat, di wilayah Kuningan tidak ada pemberlakuan ganjil genap. Karena untuk antisipasi kepadatan jalur utama, sudah disiapkan rekayasa jalur jalan baru Lingkar Timur untuk memecah arus menuju Kuningan supaya tidak terjadi penumpukan di jalur utama.

“Untuk pengalihan arus mudik nantinya kita lihat secara situasional saja. Jika jalur utama sudah padat maka kendaraan akan dialihkan ke jalan baru Lingkar Timur dan nanti kendaraan bisa memilih jalur sesuai tujuan masing-masing,” kata Kasat lantas polres Kuningan.

Selain itu pihaknya ( Kasatlantas), akan terus mengingatkan kepada para pemudik untuk tetap menjaga kesehatan, menerapkan prokes dan melakukan vaksin bagi yang belum divaksin. Untuk para pemudik agar hati-hati dalam berkendara dan patuhi aturan lalu lintas. Jangan lupa demi keamanan dan kenyamanan semua untuk selalu menerapkan prokes. (Bid IKP/Diskominfo)

Kabar Terbaru