oleh

Menjaga Budaya Multietnik di Kota Malang

-Berita-236 Dilihat

Malang, (malangkota.go.id) – Sebagai warga Kota Malang tentu harus bangga dengan adanya dan dimilikinya berbagai seni serta budaya. Seperti halnya Topeng Malangan, bantengan dan jaranan yang harus terus dijaga serta dilestarikan agar tidak punah digerus kemajuan zaman. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar budaya tradisi tersebut bisa dilanjutkan dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa ini.

Asisten Administrasi Umum, Setda Kota Malang, Sri Winarni, SH., MM menyampaikan pentingnya merawat seni budaya, Jumat (26/8/2022).

Penekanan itu yang disampaikan Asisten Administrasi Umum, Setda Kota Malang, Sri Winarni, SH., MM saat membuka pekan kebudayaan Kota Malang di Museum Mpu Purwa, Jumat (26/8/2022). Adapun tema yang diusung gelaran ini yaitu ‘800 Tahun Singhasari’, duta budaya, udeng, pusaka, objek pemajuan kebudayaan dan pasar budaya Malangkucecwara.

Gelaran seperti ini, menurutnya, akan menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang hidup, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kemajemukan warganya membuat Kota Malang menyimpan potensi budaya multietnik.

“Apabila hal tersebut mampu dikemas dengan baik akan menjadi aset yang tak ternilai harganya untuk membentuk karakter masyarakat yang tangguh serta dapat menjadi penopang utama dalam mengembangkan industri pariwisata di Kota Malang,” imbuh perempuan berhijab itu.

Lebih jauh Winarni mengatakan, dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, arus globalisasi juga semakin menyebar ke seluruh dunia termasuk ke Kota Malang, sehingga mau tidak mau akan berpengaruh terhadap kebudayaan. “Dari kondisi tersebut memicu kekhawatiran, budaya yang kita miliki dan bernilai tinggi akan luntur akibat pengaruh negatif budaya dari luar,” urainya.

Oleh sebab itu, kata dia, pengkajian, pengembangan dan pengaktualisasian seni budaya merupakan salah satu metode penangkal yang efektif untuk menjadi filter agar tidak kehilangan identitas diri. “Untuk itu upaya ke arah peningkatan kualitas, inovasi dan kreasi seni budaya merupakan solusi efektif guna memberikan nilai bagi pengembangan budaya di masa mendatang,” pungkas Winarni. (say/ram)