oleh

Live Talk Show Pengajian Radio Kuningan FM, Hikmah Ibadah Puasa Ada Pendidikan Kepasrahan

-Berita-61 Dilihat

KUNINGAN-Program Pengajian “Senja Ramadhan” yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kuningan bekerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Kuningan melalui LPPL di Radio Kuningan FM. Diawali Live Talkshow  pada Jum’at 1 April 2022 dengan pembahasan Khutbah Rasulullah SAW menyambut Bulan Suci Ramdhan oleh Drs. KH. D. Syarif Hidayatullah, M.Si bersama Dr. Wahyu Hidayah, M.Si  pembahasan ”Hikmah Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan. Dengan Host Talkshow Pandu Hamzah.

Diawali dengan penyapaan, Pendengar Radio Kuningan FM yang dirahmati Allah dimana saja berada, Drs. KH. D. Syarif Hidayatullah, M.Si menuturkan, bahwa Rasulullah Saw menyambut Bulan Ramadhan dengan suka cita, bahkan saat mengakhiri  Bulan Sya’ban dan menyongsong datangnya awal Ramadhan, beliau menyampaikan khutbah, antara lain.

Wahai sekalian manusia! Sungguh kamu sekalian telah dipayungi oleh suatu bulan yang agung dan penuh berkah. Bulan didalamnya ada suatu malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan; bulan yang diwajibkan berpuasa di siang hari dan disunatkan solat tarawih pada malam harinya.

Apa yang disampaikan Rasulullah, KH. D. Syarif Hidayatullah mengatakan, hakikatnya ramadhan adalah payung yang dapat menghindarkan kita dari kesulitan. Apalagi disebutkan sebagai “Syahrun adhiim” bulan yang agung, “syahrun mubarok” bulan yang penuh berkah.

“Dimana didalamnya ada satu malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Subhanallah. Allah memberikan keutamaan-keutamaan  yang luar biasa pada Bulan Suci Ramadhan,” ungkapnya.

Selain itu, menurut KH. D. Syarif Hidayatullah dalam Ramadhan ini  ada hikmah melatih kepasrahan. Saat Doa kita ucapkan “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftartu. Artinya: “Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezekiMu aku membatalkannya.” Disini ada  pendidikan kepasrahan. Indikator orang pasrah, yaitu  tidak mengeluh, tidak benci, tidak iri, tidak buruk sangka, tidak putus asa, tidak menyalahkan orang lain.

Dan orang pasrah tidak menggerutu. Jika itu sudah ditempuh, maka akan termasuk  orang ikhlas. Kemudian dari  ikhlas naik menjadi orang sabar, dan Allah bersama orang-orang yang sabar. Selanjutnya menjadi orang yang bersyukur. Salah satu manfaat yang didapat seseorang jika rajin bersyukur adalah membuat hidup menjadi lebih berkah.

Sementra itu, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si   menuturkan, tak terasa  Bulan  Ramadhan 1443 H /2022  telah tiba.  Jadikanlah puasa sebagai permata hati, penenang jiwa, dan pelapang dada. Maka dalam bulan yang penuh berkah dan ampunan, didik jiwa dan menyucikan hati  dengan ajaran Allah, serta mendidik jiwa  dengan hikmah-Nya.

sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (al-Baqarah [2]: 183)

Jadi menjelang Ramadhan ini, disampaikan Dr. Wahyu Hidayah, bergembiralah menyambut puasa karena banyak hikmah dan bisa meningkatkan keimanan. Adapun hikmah puasa lain diantaranya, Puasa dapat menyehatkan badan. Karena  dapat membunuh sel-sel yang rusak, memberikan kesempatan beristirahat kepada usus, membersihkan darah, dan dapat menjaga hati. Meningkatkan kepedulian pada saudara yang kelaparan.

“Selanjutnya mampu mendidik Jiwa dan menyucikan hati, Puasa merupakan pemersatu Umat Islam, Melunakan Jiwa dan Hati, Puasa memiliki rahasia yang agung. Dan Melatih Mengendalikan Diri,”ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, puasa merupakan wujud ketaqwaan seseorang kepada Allah, bentuk ketaatan kepada perintah-Nya, bentuk kemenangannya terhadap hawa nafsu dan dirinya, serta upaya untuk melatih seorang Muslim agar mau berkorban, menjaga anggota badannya.  Dan menyadarkan   agar merasakan nasib orang-orang yang kelaparan dan kekurangan. (BID IKP/DISKOMINFO)

Kabar Terbaru