oleh

Leuweung Rusak Hirup Balangsak Walungan Rusak Alam Ngadangsak

-Berita, Utama-479 Dilihat

BERITA BOGOR – Bencana alam yang tak jarang terjadi, bahkan setiap tahunnya melanda wilayah Kabupaten Bogor,  Jawa Barat. Ramai pemberitaan dan informasi menyulut aktifis dan warganet mengkritisi. 

Leuweung Rusak Hirup Balangsak, Walungan Rusak Alam Ngadangsak. (Ki Imam Sukanya Sarkowi) 

Leuweung Rusak Hirup Balangsak Walungan Rusak Alam Ngadangsak 233

Ketua ikatan komunitas kawasan Puncak dan Sekitarnya (IKKPAS), Iman Sukarya Sarkowi, menduga, adanya penebangan kayu diwilayah hulu Ciliwung, karena banjir datang bersamaan dengan matrial kayu dan bambu. ”Kalau melihat dari banjir yang bercampur dengan kayu, sepertinya ada penebangan diwilayah hulu sungai. Dugaan kploitasi alam juga tentunya,” ungkapnya, Rabu (20/01/2021)

Keseimbangan alam, lanjut Imam, harus di perhatikan dari alih fungsi lahan yang paling utamanya. Kemurnian hutan, Setu, Sungai, Curug, termasuk Sungai Cisampey di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango perlu segera dikembalikan fungsinya untuk kelangsungan kehidupan. 

Disinggung akan adanya pembangunan hotel berbintang lagi di kawasan Puncak Bogor, Imam Sukarya Sarkoni mengaku sudah mendengar isu yang beredar tersebut.  “Baru dengar – dengar saja infonya, kami akan terus cek dan telusuri serta melakukan investigasi, tapi ini info masih angin lalu,” ujar pria berkacamata ini. 

Baca juga :  Para Tokoh Etnis di Kota Bogor Dikumpulkan

Dirinya menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah organisasi masyarakat, mahasiswa dan lembaga Bantuan hukum. “Isu ini tentu akan di investigasi IKKPAS mulai dari eck ke dinas periinan terpadu, insya Allah sejumlah Ormas dan elemen mahasiswa Serra LBH kita gandeng bersama – sama mengungkap fakta,” ungkapnya. 

Dirinya juga mendesak kepada para wakil rakyat untuk peka terhadap pentingnya mengembalikan lahan dan fungsi hutan. “Anggaran pembangunan yang ada di PUPR mengapa tidak dipangkas saja, seperti yang pernah dilakukan saat merebak Covid-19. Sebab, Pemulihan dan pemeliharaan lingkungan hidup dikawasan  pegunungan dan perbukitan adalah hal urgent, bisa dibilang ya sama urgentnya dengan penanganan Covid-19. Ya, apalagi untuk hutan dann gunung pemberian Allah SWT,” desaknya. 

Baca juga :  Sekda Kabupaten Bogor Minta Satpol PP Amankan Jalan Sabilillah

Penganggaran, tambahnya, juga bisa dilaksanakan oleh tingkat desa. “Semacam dana desa dan samisade penganggaran untuk pemulihan kawasan hutan dan gunung di Kabupaten Bogor. Tidak boleh setengah – setengah, harus besar anggarannya agar maksimal untuk mengembalikan fungsi alam, reboisasi dengan perawatan dan pemeliharaanya, kemudian juga moratorium perijinan harus dibuat,” tambahnya. 

Disisi lain, ujar Imam, tuntutan dimana setiap desa berlomba untuk menggali potensi wilayahnya salah satunya dengan mengedepankan alam sebagai atraksi, harus dibentuk satgas yang mengeluarkan uji kelayakan agar tidak terjadi alih fungsi lahan dan dikembalikan pungsinya lagi sebagai hutan dan perkebunan, harus di moratorium tentang ekploitasi PTPN.

“tetapi di lahan milik desa tentunya kalau lahan milik PTP dan Taman nasional gimana ya itu bukan kewenangan desa,” ujarnya. 

Baca juga :  Program Revitalisasi Pertanian Kabupaten Bogor

Leuweung Rusak Hirup Balangsak Walungan Rusak Alam Ngadangsak 234

Terpisah, Hendra (warganet) mengomentari berita bencana alam berujar, Tren wisata sehat disaat dan sesudah pandemi nanti telah mendorong pelaku pariwisata untuk berinovasi membuat beragam paket perjalanan salah satunya dengan pemanfaatan alam sebagai atraksi wisata, maka tak heran bermunculan referensi lokasi baru untk berwisata. Apakah ini termasuk salah satu penyebab kebencanaan. Dibutuhkan kajian dan investigasi serta solusi.

Sementara Gunawan (warganet) dalam komentarnya menambahkan, “Jika sumber masalah berada pada kaki pangrango dan sungai cisampai seberapa sehat hutan disana dan seberapa jauh eksploitasi alam jika ada, sekarang ramai beberesih sungai setiap disetiap sungai, jika tidak dibenahi dari hulu kehilir akan memakan waktu sangat panjang, sesekali buat hari bersih sungai serentak benar benar dari hulu ke hilir dan terjadwal serta ada satuan tugasnya,” ujarnya. (als) 

Baca Artikel Aslinya