Beranda Berita Launching SIMANJA-OTE

Launching SIMANJA-OTE

17
0

BERITA BOGOR | beritabogor.com – Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Bogor kekurangan tenaga Jabatan Fungsional Tertentu (JFT). Faktor administrasi merupakan salah satu penyebab yang membuat para ASN kurang melirik JFT.

Atas dasar tersebut, Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) membuat sebuah inovasi aplikasi yang dinamakan Sistem Manajemen Jabatan Fungsional Tertentu (SIMANJA-OTE). Launching aplikasi berbasis IT tersebut dilakukan di ruang rapat BKPP, Rabu (21/11), dan dihadiri oleh seluruh Kepala Subag Kepegawaian dan Perwakilan JFT di seluruh SKPD se Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Nurhayanti menyambut baik atas inovasi yang dibuat oleh anak buahnya tersebut. Menurut Nurhayanti, di launchingnya aplikasi SIMANJA-OTE, sudah sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang Implementasi e-government yang menganjurkan penggunaan IT di instansi pemerintah pusat maupun daerah agar lebih komprehensif dan terintegrasi guna meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam bidang pengelolaan informasi pegawai.

“Tentunya SIMANJA-OTE ini sudah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat agar seluruh instansi daerah mampu mengimplementasikan penggunan teknologi informasi dalam bidang pekerjaan. Saya berharap aplikasi ini dapat memberikan pelayanan kepegawaiannya yang lebih sempurna, transparan dan akuntabel sehingga dapat memotivasi seluruh ASN di Pemkab Bogor untuk melayani masyarakat dengan lebih optimal,” ujar Nurhayanti.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar memberikan apresiasi atas inovasi yang di buat oleh BKPP. Hal tersebut dikarenakan dengan jumlah ASN JFT di Pemkab Bogor yang mencapai 10.628 pegawai atau hampir 62% jumlah seluruh ASN, dibutuhkan sebuah pengelolaan kepegawaian yang mudah dan cepat. Dan melalui aplikasi ini, diharapkan pelayanan administrasi JFT dapat dilaksanakan secara online sehingga mencapai proses yang cepat, mudah dan akurat.

“Mudah-mudahan, melalui Aplikasi SIMANJA-OTE ini, pengambilan keputusan manajerial kepegawaian khususnya JFT dapat dilakukan dengan optimal, sehingga kita harapkan para ASN di Pemkab Bogor tidak lagi hanya berminat pada jabatan struktural saja, tetapi bisa ke jabatan funsional” terang Adang

Sekretaris BKPP Kabupaten Bogor Sigit Wibowo menjelaskan, bahwa SIMANJA-OTE merupakan bentuk pemecahan masalah pada bidang kepegawaian, khususnya dalam pengelolaan JFT tertentu. Pemanfaatan sistem ini dilaksanakan oleh BKPP sebagai suatu aplikasi manajemen kepegawaian berbasis web yang secara khusus dirancang sesuai kondisi nyata manajemen pengelolaan JFT tertentu di Kabupaten Bogor yang semula masih dikelola secara konvensional.

“Selama ini, banyak ASN yang kurang berminat ke JFT. Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya adalah kurangnya tunjangan jabatan untuk para pemangku JFT dibandingkan dengan Jabatan Struktural. Maka dari itu, SIMANJA-OTE adalah sebuah solusi untuk memecahkan berbagai masalah dalam pengelolaan administrasi JFT,” jelas Sigit.

Sigit menambahkan, tujuan utama inovasi yang juga dibuat dalam rangka proyek perubahan Diklat PIM 2 yang sedang ditempuhnya ini adalah, semua data JFT akan menjadi lebih akurat, lalu analisa kebutuhan dan formasi JFT dapat tersusun, kemudian Penyusunan Daftar Urut Kepangkatan menjadi tepat waktu, dan Penetapan PAK paling lambat 3 bulan sebelum periode kenaikan pangkat, serta para ASN dapat difasilitasi dalam pengusulan JFT.

“Inilah tujuan utama dari dibentuknya SIMANJA-OTE ini, dapat memecahkan berbagai masalah dalam pengelolaan administrasi JFT yang pada akhirnya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan tunjangan jabatan para pemangku JFT ke depannya,” tambah Sigit. (red) 

Baca Artikel Aslinya