oleh

Kota Malang Siap Sukseskan BIAN 2022

-Berita-223 Dilihat

Malang, (malangkota.go.id) – Dinas Kesehatan Kota Malang mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 di Hotel Santika Premiere, Kamis (28/7/2022). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, serta kelima camat yang ada di Kota Malang.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji Memberikan Sertifikat Imunisasi saat Kegiatan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022, Kamis (28/7/2022).

Melalui gelaran ini, Pemerintah Kota Malang menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di bidang kesehatan. Selain itu, ini merupakan untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19.

Wali Kota Malang menyampaikan bahwa menyambut BIAN perlu dilakukan sosialisasi karena ketertinggalan atau ketidaklengkapan imunisasi yang diterima anak-anak di tahun 2020 dan 2021 karena Covid-19. Mungkin ada anggapan dari orang tua anaknya tidak mengalami masalah kesehatan walau tidak divaksin, padahal akibatnya bisa di kemudian hari.

“Harapannya anak yang divaksin hari ini dapat menjadi contoh bahwa vaksin ini aman. Tidak usah ada ketakutan karena ini berkualitas. Selain itu vaksin ini juga gratis, perlu pendekatan-pendekatan emosional dikuatkan pada masyarakat (untuk dapat menyukseskan BIAN). Target minimal 95 persen anak Kota Malang terlindungi imunisasi dengan proyeksi kelompok sasaran 39.971 anak,” katanya.

Lebih lanjut, Sutiaji menyampaikan arahannya pelaksanaan di BIAN di Kota Malang, yakni untuk memastikan kesiapan vaksin, puskesmas, fasyankes, dan nakes. Wali kota pun berharap bahwa komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mencegah disinformasi terkait vaksin semakin dikuatkan. Selain itu, pihak terkait juga diminta untuk memetakan area krusial yang perlu mendapat perhatian khusus. Terakhir, diharapkan Dinkes mampu mengoptimalkan pemantauan dan evaluasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif menuturkan bahwa diadakannya pertemuan ini sebagai upaya percepatan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada bayi melalui program imunisasi rutin.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempertahankan kekebalan populasi yang tinggi dan merata. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Indonesia dan Kota Malang khususnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Husnul memaparkan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan khusus untuk meningkatkan kekebalan bayi melalui program imunisasi. Pria berkacamata ini berharap dengan imunisasi dapat menghentikan transmisi virus campak dan rubella setempat. Selain itu, untuk mempertahankan Indonesia bebas polio dan mewujudkan eradikasi polio global tahun 2026, serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis di Kota Malang.

Salah satu warga Kota Malang, Ria Dwi Kurnia dari Kelurahan Kauman yang membawa serta anaknya yang berusia empat tahun merasa sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini. “Dengan sosialisasi dari pemerintah, dari wali kota, kami bisa ikut melaksanakan. Harapannya semua balita di Kota Malang bisa ikut berpartisipasi dalam BIAN ini agar semakin sehat,” ujarnya.

Senada dengan Ria, Dea Ananda dari Kelurahan Arjosari menyampaikan apresiasinya atas gelaran yang digelar Dinkes Kota Malang ini. “Saya sangat terharu. Terima kasih karena sudah dipantau, selalu dilihat perkembangan anak saya yang saat ini berusia 3,5 tahun. Semoga semua anak di Kota Malang khususnya mendapat imunisasi yang lengkap,” ujarnya.

Untuk diketahui, BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubella serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. Jadwal pelaksanaan BIAN di Kota Malang, yakni 1-16 Agustus melalui 653 pos yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang. Pelaksanaan BIAN akan didukung oleh tenaga kesehatan puskesmas dan tenaga kesehatan swasta Kota Malang dengan jumlah kegiatan 653 kali kegiatan.

Hadir dalam kegiatan ini 16 orang balita perwakilan dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Malang dan perwakilan dari RS/RSIA/RSUD, puskesmas, dan perwakilan dari organisasi profesi kesehatan di Kota Malang. (ari/ram)