oleh

Kota Malang Respons Peluncuran Kirab Pemilu 2024

-Berita-153 Dilihat

Blimbing (malangkota.go.id) – Tepat menjelang satu tahun Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024, hari ini Selasa (14/02/2023) Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan Kirab Pemilu 2024. Gelaran ini diikuti seluruh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten/kota secara virtual, termasuk diantaranya KPUD Kota Malang. Adapun tema yang diusung yaitu ‘Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa’.

Jajaran KPUD Kota Malang dan berbagai unsur mengikuti peluncuran Kirab Pemilu 2024 secara virtual di Kantor KPUD Kota Malang

Ketua KPUD Kota Malang, Aminah Aminingtyas mengatakan tema tersebut menurutnya sangat tepat. Pasalnya, di Indonesia termasuk di Kota Malang, masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya.

“Kita dapat memaknai tema tersebut agar dalam Pemilu Serentak nanti yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 dapat berjalan aman dan lancar. Mari jadikan berbagai perbedaan itu sebagai kunci kesuksesan pemilu,” jelasnya usai mengikuti acara tersebut.

Disampaikan perempuan berhijab itu, selama ini pelaksanaan pemilu di Kota Malang cukup kondusif dan tingkat partisipasi masyarakatnya tinggi. Pada pemilu 2019 lalu tingkat partisipasi di Kota Malang diatas target nasional. “Di level nasional ditargetkan 75 persen tapi di Kota Malang mencapai 80 persen,” bebernya.

Untuk Pemilu Serentak, Aminah mengatakan pihaknya menargetkan minimal 70 persen. Demikian pula untuk suara golongan putih (golput), jika pada 2019 sekitar 15 persen maka di 2024 nanti harus berada di bawah angka itu. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan melakukan berbagai upaya guna merealisasikan hal tersebut, seperti halnya menggencarkan sosialisasi pemilu kepada semua lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Kota Malang, Silvia Ernawati saat hadir di Kantor KPUD Kota Malang. Guna menekan angka golput itu, pihaknya juga telah dan terus melakukan sosialisasi pemilu bagi kelompok masyarakat secara rutin.

Seperti halnya bagi calon pemilih pemula, anggota organisasi kemasyarakan, organisasi kepemudaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, hingga ketua RT dan RW. “Dari upaya ini, kami berharap pemilu di Kota Malang nanti kondusif dan angka golput dapat ditekan seminim mungkin,” harap Silvia. (say/yon)