oleh

Konflik Rusia, Pemerintahan Ukraina menerima donasi Bitcoin CS

LintasDaerah, Kurang dari satu minggu perang konflik Rusia-Ukraina, pemerintahan Ukraina membuka donasi pada komunitas kripto di Twitter untuk mengumpulkan dana guna mendukung warga sipil dan pasukannya. Pihak Ukraina sekarang telah mulai menerima donasi dalam Bitcoin ( BTC ), Ether ( ETH ) dan Tether ( USDT ).

konflik Rusia
konflik Rusia

Dalam situasi ancaman militer di seluruh negeri, Ukraina telah meminta bantuan dari berbagai komunitas internasional. Namun, mengingat waktu tercepat yang dapat dicapai agar bantuan cepat sampai, akun Twitter resmi Ukraina meminta bantuan kepada komunitas Crypto di Twitter.

Wakil perdana menteri Ukraina Mykhailo Fedorov,  juga membagikan tiga alamat dompet, meminta komunitas crypto untuk menyumbang dan membantu Ukraina berperang melawan pasukan Rusia. Sementara alamat BTC dan ETH tetap sama, alamat dompet USDT berbasis TRC-20 dan berbeda dari alamat yang dibagikan oleh pegangan Twitter resmi Ukraina.

 

Twit permintaan donasi ini juga direspon oleh pendiri dari Ethereum Vitalik Buterin, awalnya Vitalik merasa curiga bahwa akun yang meminta sumbangan crypto diretas. Namun, diplomat Amerika Tomicah Tillemann kemudian mengkonfirmasi legitimasi mereka dengan Duta Besar Ukraina Olexander Scherba.

 

Meskipun belum dikonfirmasi, sekarang diyakini bahwa sumbangan ke alamat yang dibagikan oleh Ukraina akan digunakan langsung oleh pemerintah.

 

Dampak Konflik Rusia

Konflik Rusia dan Ukraina berdampak pada politik, pengendalian senjata, terorisme, dan ekonomi di dunia. Konflik di Ukraina beresiko memperburuk hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia. Mengutip dari mei.edu berikut dampak konflik Ukraina dan Rusia:

  1. Krisis Energi Konflik kedua negara akan berpengaruh pada pasokan gas alam di Eropa. Selain itu harga minyak bisa meningkat karena konflik ini. Pembeli tidak dapat membeli produk energi dari Rusia. Gas alam Rusia menyumbang sekitar 40% pasar Uni Eropa. Makanya, konflik ini bisa mempengaruhi harga gas alam dan minyak dunia.
  2. Bidang Pertanian Ukraina mengekspor gandum sekitar 95% melalui laut hitam. Sekitar 50% ekspor gandung dikirim ke negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Ukraina juga memasok jagung ke Mesir. Konflik antara Rusia dan Ukraina dapat berdampak pada pasokan pertanian ke negara Afrika dan Timur Tengah. Akibatnya terjadi kenaikan harga di bidang pertanian.
  3. Krisis Kemanusiaan Akibat konflik di Ukraina terjadi krisis kemanusiaan. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), memperkirakan jumlah penerima bantuan di tahun 2022 akan meningkat.
  4. Terjadi Inflasi Amerika termasuk produsen dan pengekspor energi, sehingga ekonomi tidak berdampak pada konflik Rusia. Tetapi konflik Rusia dan Ukraina berdampak pada inflasi.
  5. Kenaikan Suku Bunga Cara mengatasi inflasi adalah menaikkan suku bunga. Sebagian besar pakar ekonomi memperkirakan terjadi lonjakan harga karena konflik di Ukraina. Konflik ini berdampak pada inflasi jangka panjang.(red).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabar Terbaru