oleh

Kolaborasi Kaum Muda Untuk Perdamaian Dunia

-Berita-191 Dilihat

Klojen (malangkota.go.id) – Kolaborasi dalam menyuarakan persaudaraan untuk terciptanya perdamaian dunia menjadi semangat dari Universitas Katolik Widya Karya Malang, Universitas Kanjuruhan Malang, Ansor Kota Malang, Komisi Hubungan Antar Beragama dan Kepercayaan Keuskupan Malang serta Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Unika Widya Karya Malang.

Seminar Toleransi dengan Tema Relevansi Dokumen Abu Dhabi Bagi Umat Beragama di Universitas Widya Karya

Kolaborasi tersebut tersirat dalam Seminar Toleransi dengan Tema Relevansi Dokumen Abu Dhabi Bagi Umat Beragama di Universitas Widya Karya, Rabu (14/6/2023). Dalam kesempatan ini sejumlah tokoh dihadirkan, seperti dari Ansor Kota Malang, Ahmad Farih Sulaiman (Gus Farih) dan Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Malang, E. Kukuh Widijatmoko

Pada kegiatan yang digelar di Aula St. Thomas Aquino Unika Widya Karya Malang ini dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di Kota Malang sebanyak 135 orang. Mereka pun bersepakat dan berada dalam satu visi untuk terus mengedepankan toleransi dan saling menghargai antar pemeluk agama.

Menurut Ahmad Farih, dokumen Abu Dhabi ini sedikit demi sedikit mengikis egoisme kita sebagai kelompok, sehingga kita harus memperbanyak interaksi atau dialog agar dapat membuka cakrawala cara berpikir kita, dan pada akhirnya akan meningkatkan rasa persaudaraan. “Ke depan kami berharap akan muncul kelompok-kelompok, khususnya dari kalangan mahasiswa yang terus menyuarakan perdamaian, rasa persaudaraan dan toleransi,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu tenaga pengajar di Universitas Kanjuruhan Malang, Kukuh Widijatmoko yang juga hadir dalam gelaran ini mengatakan, dialog menjadi sebuah keharusan bagi setiap warga masyarakat dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Hal ini sesuai dengan yang dilakukan para tokoh terdahulu seperti yang tersampaikan di dokumen Abu Dhabi. “Pola pikir dan kualitas kaum muda saat ini, akan menentukan masa depan bangsa ini,” bebernya.

“Maka dari itu, selama kita menempuh jenjang pendidikan, juga harus turut berkontribusi terhadap negara ini dengan berbagai macam langkah konkret agar bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat. Dalam konteks ini, pendidikan berkualitas akan menjadi penentu dalam melahirkan calon pemimpin bangsa yang berkarakter,” tegas Kukuh.

Penghayatan akan pesan-pesan damai yang tertuang dalam dokumen Abu Dhabi dan menyebarluaskannya ke setiap kelompok masyarakat menjadi keinginan dan tujuan bersama bagi para peserta seminar ini. Dengan demikian, akan terwujud sebuah kondisi yang aman, tenteram, damai dan berkemajuan. (say/yon)