oleh

Kemenparekraf Gelar Bimtek Pengembangan Desa Wisata di Kota Malang

-Berita-257 Dilihat

Malang, (malangkota.go.id) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia mengadakan bimbingan teknis (bimtek) Penguatan Peran Perempuan dalam Rangka Pengembangan Desa Wisata untuk Pemulih Sektor Parekraf di Savana Hotel & Convention, Malang, Rabu (27/7/2022).

Pemberian Bantuan Alat Sanitasi dari Kemenparekraf untuk Desa Wisata Kota Malang, Rabu (27/7/2022).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Bung Edi ini menuturkan, jika peran perempuan dalam gerakan sadar wisata ini sangat besar, baik di dalam maupun di luar Kota Malang. Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk bisa menggerakkan komunitas Ibu-ibu ini, untuk bisa membangun desa wisata atau kampung tematik yang maju di seluruh Indonesia, melalui kegiatan bimbingan teknis seperti yang dilakukan hari ini.

“Peran ibu-ibu dalam gerakan sadar wisata, sapta pesona dan melahirkan desa wisata atau kampung tematik itu sangat besar. Sehingga momen seperti ini sangat penting dilakukan untuk menggerakkan ibu-ibu membangun desa wisata atau kampung tematik yang bisa dilakukan di seluruh Indonesia,” ujar Bung Edi.

Ia berharap, hasil dari bimbingan teknis yang dilakukan ini bisa memajukan sektor pariwisata terutama yang ada di Kota Malang. Menurutnya, kota yang sektor pariwisatanya maju bisa turut terdongkrak pula ekonominya, sehingga masyarakatnya bisa lebih sejahtera.

“Semoga mampu mengangkat ekonomi dan juga menyejahterakan masyarakat. Karena pariwisata ini kan padat karya, jadi seluruh sektor turut terlibat. Saat ini yang berhasil masih Bali, yang terkenal di mata internasional dan saat ini kita berjuang untuk coba membangkitkan pariwisata supaya pariwisatanya bisa baik seperti Bali,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Drs. Vinsesius Jemadu, MBA menyebutkan, Kemenparekraf fokus untuk mengembangkan destinasi pilihan yang unggul di setiap daerah. Untuk menjadi destinasi wisata yang unggul, diperlukan kemampuan pelayanan yang baik dari masyarakat daerah tersebut. Sehingga penting untuk mengadakan pelatihan-pelatihan terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat sadar wisata.

“Perlu kita tingkatkan layanan hospitality di setiap daerah, maka dari itu penting untuk mengadakan pelatihan-pelatihan ini akan didukung terus oleh Kemenparekraf,” ujarnya.

Terakhir, Visensius menambahkan, bahwa Kemenparekraf berharap bahwa hasil dari program bimbingan teknis ini bisa direalisasikan dengan baik dan bersifat berkelanjutan di berbagai aspek. Selain itu, diharapkan juga bahwa pemulihan ekonomi nasional bisa cepat bangkit dan situasi bisa kembali normal. Sehingga program-program yang belum jalan, bisa direalisasikan di tahun-tahun mendatang.

“Diharapkan bimtek ini ada tindak lanjut yang konkrit. Semoga semua program tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu. Juga berkelanjutan, terutama di empat aspek utama, yaitu sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan itu sendiri,” pungkasnya. (ayu/ram)