oleh

Keluarga Anggota Polri Jadi Korban Mafia Tanah

-Berita-321 Dilihat

Keluarga Anggota Polri Jadi Korban Mafia Tanah 231

BERITA BOGOR – Dugaan adanya keterlibatan oknum Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor menjadi sorotan publik. Kali ini keluarga anggota Polri menjadi Korban Mafia Tanah. 

Hal ini terungkap dari salah satu sertifikat AN Imah Imang 149/1978,Cimanggis, Bojonggede, Bogor yang di balik nama ke atas nama Yusda pada Tgl 4-8-2009 dan Hak Tanggungan (HT) No: /007/2009 Peringkat I, PPAT Ritnasari Dwi Juli, SH.

Sertifikat tersebut telah terdaftar di kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor pada tahun 1978 sampai saat ini menurut keterangan BPN atas dasar pengukuran ulang No: 2441/Ket-200.4/VII/2019, No Berkas: 70708/2018 DI. 302 : 19600/2019.

Keterangan yang di nyatakan oleh Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor menerangkan bahwa hasil pengukuran pengembalian batas telah sesuai dengan Gambar Situasi (GS) No. 78/1978 Sertifikat Hak Milik No. 4477/Cimanggis (dahulu No.149/ Cimanggis).

Dra.Hj. Dhewi Rasmani, MM selaku pemilik saat ini dari tahun 2009 yang juga mantan istri Alm. Moch Made (Kapuskodal Ops Polwil Bogor, tahun 2004) memberikan keterangan bahwa ada kuat dugaan yang bermain.

“Bagaimana bisa sertifikat yang sudah pernah di Hak tanggungan atau di ploting 2009 bisa timbul lagi sertifikat baru di atas tanah tersebut. Kan sudah jelas di warkah buku tanah maupun KKP atau komputerisasi BPN sudah pasti timbul Sertifikat Yusda, ini yang mengajukan pihak Bank loh Institusi besar” ucapnya (3/12/2021)

Ia menambahkan, bagaimana bisa sertifikat orang lain bisa timbul baru di sertifikat yang telah ada.  “Apa gunanya komputerisasi BPN saat ini jika terjadi hal bukan hanya kepada dirinya,” ungkapnya.

Berita acara yang di keluarkan oleh Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor sudah memberikan keterangan bahwa sertifikat 4477/ Cimanggis Mutlak berada di lokasi yang saat ini bersengketa. (wenk/red) 

Artikel Terkait :

Baca Artikel Aslinya