oleh

KABUPATEN BANJAR SERIUS TANGGULANGI KARHUTLA

-Berita-489 Dilihat

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akhir-akhir ini sering terjadi di Kalimantan Selatan, yang mana tentu saja berefek kepada seluruh masyarakatnya. yang mana dimaksud adalah kabut asap yang terang saja sangat mengganggu dalam aktifitas masyarakat sehari-hari.
Kabupaten Banjar sebagai salah satu Kabupaten yang berada di wilayah Kalimantan Selatan, juga ikut merasakan efek negatif dari Karhutla yang terjadi belakangan ini.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar melaksanakan Rapat Koordinasi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang dilaksanakan di Hotel Q Grand Dafam Syariah, kamis (24/10).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Banjar dengan diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan I Gusti Nyoman Yudiyana serta beberapa perwakilan dari Instansi terkait dalam hal penanggulangan Karhutla.
Dalam Sambutannya Bupati Banjar yang diwakili oleh Asisten II mengatakan, walaupun musim penghujan sudah bermula, namun kita harus tetap siaga untuk dapat mengendalikan Karhutla yang masih ada di wilayah kita. Kita selaku penggerak roda pemerintahan, harus terus aktif dan terus meningkatkan sinergitas dalam hal penanggulangan Karhutla ini, ujarnya.
Nyoman juga menambahkan, hendaknya Rakor ini dapat kita jadikan sarana evaluasi, memantau dan memperbaiki setiap kekurangan dalam langkah-langkah yang telah kita tempuh selama ini dalam hal penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, sehingga dapat menciptakan langkah lanjutan hingga terciptanya solusi dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Banjar, pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar Boyke Tristianto melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan H Gt Rendy Firmansyah menyampaikan ucapan terima kasih atas berkumpulnya seluruh elemen terkait dalam Rakor kali ini, “semoga kita dapat menemukan solusi terbaik dalam hal penanggulangan Karhutla yang kerap kali di alami oleh daerah kita, ujarnya”
Kegiatan ini sendiri dilaksanakan selama satu hari, dengan mendatangkan narasumber dari para ahli penanggulangan bencana.

Source:: HUMAS