oleh

Jelang Pesta Demokrasi, Bakesbangpol Edukasi Generasi Milenial

-Berita-192 Dilihat

Klojen (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan Pendidikan Politik bertajuk ‘Suara Pemuda Masa Depan Negara’ di Hotel Pelangi, Kamis (9/2/2023).

Kepala Bakesbangpol, Rinawati (dua dari kiri) memberi sambutan pada kegiatan Pendidikan Politik bertajuk ‘Suara Pemuda Masa Depan Negara’ 

Edukasi pendidikan politik ini diberikan kepada kurang lebih 100 mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Kota Malang. Harapannya, melalui kegiatan yang konstruktif ini dapat menjadi media untuk meningkatkan kesadaran politik pada generasi muda, terutama menghadapi pesta demokrasi di tahun 2024 mendatang.

Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Dra. Rinawati, MM pada kesempatan ini mengajak para generasi milenial untuk berpartisipasi menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umun. Kegiatan ini disampaikan Rina juga sebagai langkah preventif pemerintah agar generasi muda tidak memiliki pemahaman yang salah terkait politik.

Anak muda yang mayoritas sebagai pemilih pemula tentu harus waspada terhadap beragam tantangan yang ada, seperti money politik dan politik identitas. “Saat ini dengan mudah mendapat segala informasi, entah itu benar atau tidak. Maka penting anak muda ini dibekali dengan pengetahuan yang benar, sehingga mampu memahami politik, bagaimana peran anak muda. Sehingga mereka bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tutur Rina.

Lebih lanjut Rina menyampaikan bahwa pihaknya juga akan menggelar kegiatan edukasi seperti ini untuk kelompok masyarakat lain seperti difabel dan ormas. “Nanti bisa kita tindak lanjuti juga dengan menggelar focus group discussion (FGD), untuk bisa mengevaluasi apa yang kita sampaikan sekarang ada nilai positifnya atau tidak bagi para peserta,” lanjutnya.

Kegiatan pendidikan politik ini, ditegaskan Rina menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan politik, termasuk menyadari hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terpisah, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan bahwa momentum pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan momen besar pesta demokrasi.

“Maka selayaknya pesta seharusnya semarak dengan karya dan kebahagiaan sebagai bangsa, bukan menjadi ajang permusuhan, pertikaian dan perpecahan. Kita juga perlu berkomitmen bersama-sama mencegah terjadinya lagi pertikaian akibat pemilu,” tegasnya.

Di tengah era digitalisasi saat ini, dipastikan akan semakin tinggi potensi beredarnya hoaks terutama melalui media sosial. Wali Kota Malang pun berharap warga masyarakat tidak termakan hoaks dan menjadi pemilih yang bijak di era digital. (ari/yon)