oleh

Ikuti Rakor Covid-19, Wali Kota Sutiaji Paparkan Langkah Nyatanya

-Berita-30 Dilihat

Malang (malangkota.go.id) – Malang Raya dulu menjadi percontohan nasional dalam penanganan Covid-19, karena ketika di daerah lain kasusnya meningkat, di Malang Raya, khususnya Kota Malang menurun dan bahkan nol. Namun saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat karena kasus Covid-19 mengalami peningkatan signifikan.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat mengikuti rapat koordinasi terbatas bersama Forkopimda Malang Raya

Hal itu yang menjadi pembahasan penting saat digelar rapat koordinasi (rakor) penanganan Covid-19 oleh jajaran Forkopimda Jawa Timur bersama Forkopimda Malang Raya di gedung BPSDM Jalan Kawi 24 Kota Malang, Rabu (11/08/2021).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji usai mengikuti rapat koordinasi tersebut menyampaikan, dari fenomena ini, tentu ada sesuatu hal yang menjadi koreksi dan evaluasi bersama serta perlu ditingkatkan. “Ada beberapa hal yang perlu kami persiapan seperti terkait update data, di mana saat ini ada fluktuasi Covid-19,” imbuh Sutiaji.

Ketika daerah lain mulai turun, terang pria berkacamata itu, di Malang Raya justru naik. Di Kota Malang, pasalnya, kejadian ini karena adanya akumulasi data dari sejumlah kasus beberapa waktu sebelumnya, yang belum terlaporkan kepada pemerintah Jawa Timur maupun ke pemerintah pusat. Sehingga Covid-19 menjadi tinggi jika dibanding daerah lain.

Selain itu berkaitan dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19, jelas orang nomor satu di Pemkot Malang itu, saat di Kota Malang sekitar 1.478 pasien yang sembuh tapi belum terlaporkan. “Data di Provinsi Jawa Timur terkadang tidak sama dengan kita. Data yang melalui pintu Dinas Kesehatan Kota Malang clear, tapi masukan data yang dari instansi lain tidak sama,” paparnya.

Lebih jauh Sutiaji mengatakan, untuk optimalisasi tenaga kesehatan dan isolasi terpadu, langkah nyata lain yang akan dilakukan adalah menerjukan para mahasiswa kedokteran dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang. Nantinya mereka akan diterjunkan hingga ke tingkat RT untuk membantu relawan maupun Satgas Covid-19.

“Saya sudah berkoordinasi dengan para rektor, dan mereka mengaku siap membantu. Selain membawahi sejumlah relawan atau satgas, para mahasiswa kedokteran itu nantinya juga akan membagi tugas, di antaranya penanganan tracking, tracing dan treathmen, sehingga akan turut menekan Covid-19 secara signifikan,” urainya.

Beberapa contoh kejadian di atas, kata Wali Kota Sutiaji, yang memicu naiknya Covid-19 di Kota Malang dan mungkin juga dialami oleh Kota Batu dan Kabupaten Malang. Maka dari itu, dengan adanya rapat koordinasi ini akan dicari solusi atau jalan keluarnya.

Hal itu dibenarkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang juga mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepala daerah di Malang Raya maupun daerah lain agar semua data bisa valid. (say/ram)

Kabar Terbaru