oleh

Hadiri Rakornas Inflasi 2024, Iip Hidajat Dengarkan Arahan Langsung Presiden Jokowi

-Berita-89 Dilihat

CIREBON – Penjabat Bupati Kuningan, Raden Iip Hidajat menghadiri rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi tahun 2024 yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo secara zoom meeting bersama kepala daerah seluruh Indonesia, Jumat (14/06/2024).

Sementara bersama Kepala Daerah se-Ciayumajakuning, Iip Hidajat mendengarkan arahan langsung Presiden di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon. Dimana pada kesempatan yang sama juga digelar high level meeting yang membahas kaitan tim pengendali inflasi daerah sewilayah Ciayumajakuning.

Rakornas Inflasi tahun 2024 mengusung tema “Pengamanan Produksi dan Peningkatan Efisiensi Rantai Pasok Untuk Mendukung Stabilitas Harga”

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo mendorong integrasi kerja dari pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasi.

Apalagi, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan peringatan bahwa saat ini dunia mengalami perubahan iklim dengan gelombang panas yang tinggi yang akan berpengaruh pada urusan pangan.

“Di India bahkan sampai 50 derajat celcius, di Myanmar 45,8 derajat celcius, panas sekali. Kalau orang panas mungkin bisa masuk ke rumah, berteduh bisa, tapi urusan pangan. Hati-hati masalah ini,” ucap Presiden.

Untuk itu, Presiden meminta agar perencanaan dalam menghadapi gelombang panas tinggi harus dikalkulasi dan diantisipasi dari sekarang. Hal ini guna menghindari kekeringan yang akan berpengaruh terhadap produksi pangan nasional.

“Diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air, enggak ada air dan akan masuk pada tadi, kekurangan pangan. Artinya apa, jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombang panas. Larinya nanti bisa ke inflasi,” lanjutnya.

Menanggapi kaitan gelombang panas yang diungkapkan Presiden Jokowi, Iip Hidajat dalam paparannya di hadapan Kepala Daerah se-Ciayumajakuning menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan bersama seluruh masyarakatnya berfokus dalam upaya menjaga kelestarian Gunung Ciremai.

“Hal ini berkesinambungan. Apa yang diungkapkan Presiden dalam zoom meeting barusan, dari Kabupaten/Kota se-Ciayumajakuning yang mungkin memiliki jumlah air berlimpah adalah Kabupaten Kuningan. Gunung Ciremai yang merupakan menara air, cakupan 60 persennya ada di Kuningan. Ketersediaan air di Ciremai sangat berpeluang menjawab tantangan ke depan. Karenanya kami akan fokus dalam pelestarian dan menjaga ekosistem”

Untuk itu Iip mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaunching kurikulum muatan lokal Gunung Ciremai yang di harapkan ke depan dapat menjadi sarana memperkuat sense of belonging, sense of responsibility dan awareness masyarakat Kuningan dalam menjaga Gunung Ciremai sehingga kebermanfaatannya diharapkan masih terasa puluhan tahun mendatang.

Sementara berbicara kaitan inflasi, Iip memaparkan bahwa pada minggu terakhir Bulan Mei, Indeks perkembangan harga di Kuningan ada di angka -3,090 yang berarti lebih baik dibanding Jawa Barat.

“Kami selalu memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi efektif para pemangku kepentingan sehingga inflasi di Kuningan dapat terjaga” Kata Iip.

Namun, menjelang perayaan Idul Adha, Iip menyebutkan akan terus memantau perkembangan harga yang dipastikan akan melonjak beriringan dengan kebutuhan masyarakat yang juga naik.

“ada beberapa komoditas bahan pangan di Kabupaten Kuningan yang kami akan terus waspadai dan perlu adanya upaya intervensi harga menjelang Idul Adha, seperti kedelai, gula pasir, telur ayam ras, minyak goreng curah, kedelai dan bawang putih. Kami akan pantau terus” Ujar Iip. (BagProkompim/SetdaKuningan)