oleh

Hadiri PAW Anggota DPRD, Wakil Wali Kota Cirebon Ajak untuk Berkontribusi Bangun Daerah

-Berita, Utama-131 Dilihat

CIREBON – Percepatan penurunan jumlah kasus stunting merupakan kerja bersama, bukan hanya pemerintah. Di Kota Cirebon, selain pemerintah daerahnya, banyak pihak yang turut terlibat dalam upaya tersebut.

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai Monitoring Evaluasi Aksi Stunting (MORING) dengan tema ‘Menggali Potensi Corporate Social Responsibility (CSR) Menuju Jabar Zero New Stunting’, di ruang Adipura Kencana Balai Kota Cirebon, Selasa (13/6/2023). 

“Upaya tersebut kami lakukan dengan didasari prinsip kebersamaan dan gotong royong dari perangkat daerah, lembaga, organisasi  masyarakat, akademisi, dan sebagainya,” ungkap Eti. 

Kota Cirebon sendiri menargetkan prevalensi stunting pada tahun 2024 sebesar 14 persen. Posisi saat ini berada pada 17 persen atau menurun sebesar 13,06 persen dari prevalensi stunting sebesar 30,6 persen tahun 2022.

“Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan beragam upaya dan kegiatan yang merupakan kerja kolaboratif pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha maupun media sesuai dengan konsep pentahelix,” paparnya. 

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mewujudkan Jabar Zero New Stunting. Upaya yang dilakukan diantaranya melalui program CSR pelaku usaha, sehingga target bisa segera terealisasi. 

“Kami akan gandeng perusahaan di Kota Cirebon agar penyaluran CSR diprioritaskan salah satunya untuk program penurunan stunting,” kata Eti.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., mengungkapkan, penurunan jumlah kasus stunting bukan hanya tugas pemerintah, namun seluruh pihak termasuk pengusaha.

“Jika hanya pemerintah, program tidak akan maksimal karena terkendala anggaran. Maka saya mengajak kepada pengusaha di daerah ikut membantu program tersebut melalui CSR,” ujarnya. 

Uu juga meminta, pemerintah pro aktif melibatkan pengusaha saat menjalankan program penurunan stunting. Jika keduanya bisa bersinergi, target tercapai dan zero new stunting tahun 2024 bisa terwujud. 

“Pemerintah harus jemput bola mendatangi perusahaan untuk bersama-sama membantu program penurunan stunting,” kata Uu.