oleh

Forum Grup Diskusi, Kadis Kominfo  Bahas Transformasi Desa Digital

-Berita-144 Dilihat

KUNINGAN-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menjadi narasumber dalam Forum Grup Diskusi (FGD) yang membahas model pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Acara tersebut diadakan di Aula Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (15/8/2023).

FGD yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ekonomi “GANESHA” Jakarta bertujuan untuk menggali potensi dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Cisantana, yang dijadikan sebagai studi kasus. Dr. Wahyu Hidayah membahas pentingnya digitalisasi dalam konteks pengembangan tersebut.

Dalam pemaparannya, Dr. Wahyu Hidayah menggarisbawahi perkembangan pesat dunia digital yang mendorong masyarakat untuk beradaptasi dan berinovasi, terutama dalam sektor ekonomi dan pariwisata. Salah satu upaya yang diusulkan adalah menciptakan teknologi digital di desa-desa.

“Teknologi Digital tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, tetapi juga mengutamakan otomatisasi dan pengoperasian canggih dengan sistem komputeralisasi. Untuk mewujudkan digitalisasi desa, masyarakat perlu memiliki keterampilan dalam memanfaatkan perangkat digital,” ujar Dr. Wahyu.

Menurut Dr. Wahyu, data pengguna internet di Indonesia terus bertambah, dengan peningkatan sekitar 10 juta pengguna atau 5 persen dari tahun sebelumnya. Pengguna aktif media sosial mencapai 167 juta, yang setara dengan sekitar 60,4 persen dari total populasi. Media sosial yang populer di Indonesia termasuk Whatsapp, Instagram, Facebook, dan Tiktok.

Dr. Wahyu juga menjelaskan bahwa digitalisasi desa akan mempercepat layanan pemerintah desa dan meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintah setempat. Selain itu, digitalisasi desa dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa, serta mengembangkan destinasi wisata desa.

Dalam konteks ini, transformasi digital juga membuka peluang berbagai bentuk usaha seperti toko online, bisnis afiliasi, konten kreatif di platform seperti YouTube dan blogging, serta pelatihan online. Dr. Wahyu juga mengacu pada program Pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) – Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang bertujuan untuk mengajarkan aplikasi, teknologi, dan sistem pasar digital/online sebagai tren jual-beli modern.

Kemkominfo juga mengusulkan empat pilar program literasi digital, meliputi digital skill, digital culture, digital safety, dan digital ethics, untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi perubahan digital.

FGD ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk perangkat desa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), masyarakat umum, serta mahasiswa. Strategi pemasaran seperti Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), sosial media marketing, email marketing, konten marketing, dan influencer marketing juga menjadi topik yang dibahas dalam acara ini.

Dengan berbagai gagasan dan pandangan yang terungkap dalam FGD ini, diharapkan Desa Cisantana dan komunitasnya dapat meraih manfaat dari penerapan teknologi digital dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. (IKP/DISKOMINFO)