oleh

Diskusi Webinar Bersama Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan , M.Si Dirjen Pothan Kemenhan RI

-Berita-280 Dilihat

Kegiatan diskusi webinar yang di moderatori oleh Dr. Radian Syam, S.H., M.H seorang Dosen FH Universitas Trisakti dengan tema ”Membangun Bela Negara di Daerah di Tengah Pandemi Dalam Menjaga Ketahanan Negara, Apa Yang Harus Dilakukan?” dilakukan secara virtual melalui zoom dan live streaming youtube Radian Syam.

Pada acara tersebut Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH., berkesempatan menjadi narasumber bersama Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan , M.Si yaitu Dirjen Pothan Kemenhan RI. Bupati Kuningan mengisi kegiatan tersebut di ruang rapat Linggajati yang dihadiri oleh Bupati Kuningan, Asda 1 dan Tim Dr . Radian Syam beserta undangan lainnya, Selasa (18/8/2020).

Materi yang akan dibahas yaitu terkait “Bela Negara” dimana urusan bela Negara merupakan urusan wajib setiap warga Negara. Bela Negara ini harus diakomodir melalui komunikasi, musyawarah, dan koordinasi.

Permasalahan yang terjadi pada saat ini yaitu dengan adanya teknologi yang semakin canggih dapat menimbulkan kesalahpahaman. Hal tersebut terjadi karena mudahnya informasi yang didapatkan masyarakat melalui media. Indonesia merupakan pemirsa terbesar di dunia terlebih youtube, maka dari itu kita harus memberikan konten yg bermutu untuk masyarakat melalui media tersebut. Peran pemerintah disini sangat diharapkan untuk membantu penyebaran informasi mengenai bela Negara dengan berbagai macam cara seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan , M.Si. Mengenai bela Negara beliau berharap kabupaten kuningan untuk melaksanakan program pelatihan bela Negara oleh tokoh masyarakat .

Bupati menjelaskan, menurut beliau bela negara adalah kegiatan wajib untuk dilakukan oleh semua orang. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya teknologi banyak juga tafsir yang mungkin bisa memberikan dampak negatif, akan tetapi kita dapat menanggulanginya. “Dalam Kegiatan ini kami mengajak segenap masyarakat, khususnya kuningan bahwa kita harus menyadari dalam konteks berbangsa, bernegara, beragama, bermasyarakat, berkeyakinan untuk bisa saling bertoleransi.” Pungkas Bupati Kuningan sebelum mengakhiri pembahasannya. (BID/IKP/DISKOMINFO)