oleh

Disdikbud Gelar Maulid, Sekda Dian: Pentingnya Membangun Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam Pendidikan

-Berita-101 Dilihat

KUNINGAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H,  dengan mengusung Tema Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai bekal pribadi yang unggul. Kamis (21/9/2023).

Turut hadir pegawai dan jajaran pejabat Disdikbud, Bunda PAUD Hj. Ika Siti Rahmatika, SE, Para Guru, Dewan Pendidikan, Kepala Sekolah, Dewan Kebudayaan dan lainnya. Hadir juga Sekda Kabupaten Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dan Penceramah KH. Oban Sobani, S.Ag. M.Si

Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menyampaikan bahwa  kegiatan Maulid Nabi merupakan majelis ilmu yang dapat memberikan manfaat meliputi peningkatan pengetahuan, pemahaman agama, serta interaksi sosial yang positif. Majelis ilmu juga dapat menjadi sarana untuk mendiskusikan nilai-nilai moral dan spiritual, terutama meneladani sosok Nabi Muhammad SAW.

Ketika bicara dunia pendidik, Sekda Dian mengatakan ada dua kategori guru, yaitu guru inspiratif dan guru kurikulum. Guru inspiratif adalah mereka yang tidak hanya mengajarkan materi kurikulum, tetapi juga memberikan teladan dalam hal kepribadian, moral, dan nilai-nilai spiritual seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Aspek spiritual dalam pendidikan mencakup nilai-nilai budi pekerti atau adab, dan  akhlak. Pentingnya mengambil teladan dari Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang baik. Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momen untuk merenungkan dan meningkatkan aspek spiritual dalam kehidupan,” ungkapnya.

Ada beberapa sifat Nabi Muhammad SAW yang perlu diteladani. Sekda Dian menyebutkan seperti Fathonah, memiliki kompeten. Sidiq, menjunjung tinggi kebenaran. Amanah, memiliki karakter yang dapat dipercaya, Tabligh, menyampaikan ilmu dengan baik

“Meneladani sifat-sifat ini dapat membantu seseorang menjadi individu yang lebih baik dalam aspek moral dan spiritual, sehingga menjadi manusia unggul  yang dapat memberikan manfaat dan teladan bagi lingkungannya,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya, Maulid Nabi adalah salah satu hari besar keagamaan umat Islam yang dirayakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini membawa berkah ekonomi bagi masyarakat, terutama para pedagang, karena banyak umat Muslim yang aktif dalam kegiatan Maulid Nabi.

“Ini adalah contoh bagaimana perayaan agama dapat memberikan berkah pada perputaran ekonomi lokal karena meningkatnya permintaan barang dan jasa selama perayaan tersebut,” katanya. (IKP/DISKOMINFO)